Wapres JK: Mahathir harus minta maaf kepada orang Bugis

Selasa, 7 November 2017 16:30 Reporter : Supriatin
Jusuf Kalla pidato di Sidang Umum PBB. ©2017 Tim Media Wapres

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan, mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad harus minta maaf atas pidato penghinaannya kepada suku Bugis pada 14 Oktober 2017. Dalam pidato itu, Mahathir menyebut Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak yang merupakan rival politiknya adalah perompak karena berasal dari suku Bugis.

"Pak Mahatir harus minta maaf karena orang Bugis bukan hanya di Sulawesi Selatan, Indonesia. Malaysia kira-kira ada 2 juta orang Bugis di sana," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (7/11).

JK menuturkan, Mahathir seharusnya tidak mengaitkan kesukuan dengan politik. Dia menegaskan sungguh tidak elok menuduh orang suku Bugis identik dengan kriminal.

"Kalau mau gentlemen, harus meralat itu. Jangan dihubungkan, kita bisa mengatakan juga, seorang yang berbuat kemudian dihubungkan dengan sukunya, tentunya tidak seperti itu," ucap pria berdarah bugis ini.

JK mengaku terkejut saat mendengar pidato Mahathir. Bahkan marah dan merasa sedih. "Sebagai orang bugis saya protes juga, terkejut juga. Merasa dihubung-hubungkan orang bugis dengan kriminal," kata dia. [did]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.