Wali Kota Semarang: Polemik impor beras rawan digunakan untuk menekan petani
Merdeka.com - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berharap polemik soal impor beras dihentikan. Menurutnya, justru dengan adanya polemik itu malah menekan petani.
"Kalau akhirnya keputusan Pemerintah Pusat harus ada impor beras, pasti telah melalui pertimbangan yang sangat matang. Impor beras ini bagaikan dua sisi keping mata uang. Di satu sisi tentang kestabilan harga, di sisi lain tentang keuntungan petani, sehingga melihatnya tidak bisa hanya dari satu sisi," kata Hendrar usai melakukan dialog dengan perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kota Semarang, di Balai Kota Semarang, Rabu (17/1).
Wali kota Semarang yang juga akrab disapa Hendi mengatakan, terkait impor beras kondisi masing-masing daerah berbeda-beda. "Tapi karena sudah menjadi isu nasional lalu seakan-akan pukul rata di semua daerah dampaknya sama, polemik inilah yang berbahaya," kata Hendi.
"Mengapa berbahaya? Karena polemik terhadap isu impor beras ini kemudian rawan digunakan untuk menekan petani agar menguntungkan pihak-pihak tertentu, padahal kenyataannya tak sebesar polemiknya," katanya.
Di Kota Semarang sendiri, Hendi menegaskan stok beras masih dalam kategori aman. Ia mengakui ada sedikit kenaikan di beberapa pasar, namun dirinya memastikan jika tingkat kenaikannya tidak signifikan dan masih terjangkau oleh masyarakat Kota Semarang.
"Kalau di Kota Semarang sendiri pasokan beras yang kami terima adalah dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. Jadi saya pastikan hari ini bahwa pasokannya cukup serta harganya tetap relatif konstan dan stabil, sehingga tidak perlu ikut berpolemik terkait kebijakan impor beras tersebut," jelas Hendi.
"Apalagi di Jawa Tengah ini kan sedang panen raya, jangan sampai kemudian justru momentum ini tidak dapat dimanfaatkan maksimal untuk mensejahterakan masyarakat, karena tertekan oleh kekhawatiran-kekhawatiran kita," katanya. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya