Wali Kota Depok Sarankan Siswa yang Dihukum 'Push Up' karena SPP Pindah Sekolah

Selasa, 29 Januari 2019 19:03 Reporter : Nur Fauziah
Wali Kota Depok Sarankan Siswa yang Dihukum 'Push Up' karena SPP Pindah Sekolah Rumah GNS Siswa SDIT di Bojong Gede. ©2019 Merdeka.com/Nur Fauzia

Merdeka.com - Kondisi kejiwaan GNS (10) siswa kelas IV sebuah SDIT di Bojong Gede, Kabupaten Bogor mengalami trauma berat. Dia ketakutan untuk bertemu dengan orang. Ditemui di rumahnya di Kampung Sidamukti Kelurahan Cilodong Kecamatan Sukmajaya Depok, anak keempat dari lima bersaudara itu hanya diam dalam rumah. Pintu rumahnya tertutup seolah tidak ada orang.

Rumahnya berada di sebuah gang. Orangtuanya biasa dipanggil Ica dan Dayat. Dia memiliki tiga kakak dan satu adik. Rumahnya berlantai dua. Ketika Sekretaris Daerah Depok Hardiono mendatangi rumahnya, salah satu kakaknya sempat tidak bersedia ditemui. Kedatangan Sekda ke rumah GNS atas instruksi Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad yang sedang menjalani ibadah umroh.

Namun setelah diberi penjelasan akhirnya kakak GNS bersedia ditemui. Pembicaraan antara kakak GNS dan pihak Pemerintah Kota Depok berjalan tertutup. "Saya datang atas instruksi Wali Kota. Beliu meminta untuk memberikan perhatian dan bantuan pada anak ini (GNS)," kata Hardiono, Selasa (29/1).

GNS sendiri saat ini ada di dalam rumah namun tidak berani menemui Sekda karena sangat trauma. Sehingga dia hanya bicara dengan kakak GNS dan paman GNS. "Ya sangat trauma, dia ketakutan kalau bertemu orang yang tidak dikenal. Kondisi ini harus dipulihkan terlebih dahulu," ungkapnya.

Pihaknya berjanji akan memberikan bantuan pada GNS. Termasuk untuk membantu melunasi tunggakan SPP GNS. "Pak Wali menyarankan agar anak itu dipindahkan ke sekolah di Depok. Dan tunggakan SPP akan ditanggung oleh pak Wali," tukasnya.

Pihaknya juga akan melakukan kroscek ke sekolah GNS untuk mendapatkan informasi yang berimbang. Setelah itu baru akan diambil langkah-langkah yang tepat. "Ya kita akan berkomunikasi dengan dinas pendidikan setempat. Kita kordinasi terlebih dahulu," pungkasnya.

GNS mengalami trauma setelah mengaku mendapat hukuman berupa push up sebanyak 100 kali karena dia menunggak uang SPP selama 10 bulan. Atas kejadian tersebut GNS mengalami sakit perut dan trauma tidak mau sekolah lagi. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini