Vokalis Navicula Nilai RUU Permusikan Membatasi Ruang Ekspresi Musisi

Rabu, 30 Januari 2019 22:03 Reporter : Moh. Kadafi
Vokalis Navicula Nilai RUU Permusikan Membatasi Ruang Ekspresi Musisi Robi Navicula. ©2019 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Rancangan Undang-undang (RUU) Permusikan yang diusulkan oleh Komisi X DPR banyak dikritik oleh para musisi di tanah air. Kritikan tersebut mencuat karena RUU Pemusikan tersebut akan menjadi aturan 'Pasal Karet' yang dapat membuih para musisi atau seniman musik dalam UU ITE.

Aturan yang dimaksud adalah di Pasal 5 yang berisikan beberapa larangan bagi para musisi. Mulai membawa budaya barat yang negatif, merendahkan harkat martabat, menistakan agama, membuat konten pornografi hingga membuat musik provokatif.

Gede Robi Supriyanto atau akrabnya di sapa Robi, yang merupakam vocalis band Navicula, melihat RUU tersebut bisa membatasi ruang ekspresi para musisi dan seniman musik di tanah air.

"Itu membatasi ruang ekspresi dan seni. Sementara seni adalah ruang bebas, saya yakin juga insan-insan seniman punya tanggung jawab terhadap apa yang mereka suarakan," ucapnya, saat ditemui di Denpasar, Bali, Rabu (30/1).

Robi juga mempertanyakan, tentang musik provokasi seperti apa ukuran dan jelasnya. Karena bisa saja itu menjadi Pasal karet.

"Kita mengkritisi sesuatu yang ternyata itu bagus, bisa dianggap provokatif. Apakah lagu bongkarnya Iwan Fals sama Sawung Jabo dianggap lagu provokatif. Jadi ukuran provokatif itu apa?" tanyanya.

Menurut Robi, sebenarnya banyak hal yang lebih penting untuk dimasukan ke dalam RUU Permusikan. Misalnya seperti pelestarian membangun ekositem dan pelestarian musik secara holistik di Indonesia.

Selain itu, juga bicara tentang kemudahan sponsorsip para seniman dan musisi di Indonesia yang menjadi duta-duta seni ke luar negeri. "Atau misalnya tunjangan sosial, bagi seniman-seniman yang sudah pensiun. Kebanyakan seniman yang pensiun saat mereka sakit yang guyup dan mengumpulkan uang pantungannya itu diantara seniman juga. Peran jasa mereka untuk karya Indonesia ini kan juga besar," ujar Robi.

Selain itu, terkait isi yang membawa budaya barat yang negatif. Robi juga kembali mempertanyakan ukuran negatifnya itu seperti apa. Apakah musik rock dari Amerika itu budaya negatif karena keras dan menggangu tetangga sekitar.

Hal tersebut, menurutnya sungguh sangat kabur dan tidak tidak jelas terkait ukuran budaya barat yang negatif. Menurut Robi dengan usulan RUU Permusikan tersebut, bisa dinilai menjadi defensif dalam iklim demokrasi di Indonesia.

"Menjadi defensif untuk dikritrisi dalam iklim demokrasi adalah melawan demokrasi," ujar Robi. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini