Usut korupsi e-KTP, KPK kembali cegah istri Andi Narogong ke luar negeri

Kamis, 12 Oktober 2017 17:13 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Gedung baru KPK. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah meminta Direktorat Imigrasi untuk memperpanjang masa pencegahan ke luar negeri terhadap dua orang saksi terkait kasus pengadaan proyek e-KTP. Mereka adalah Inayah, istri terdakwa tindak pidana korupsi e-KTP, Andi Narogong dan Pihak Swasta Raden Gede.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan kali ini Inayah dan Raden Gede dicegah ke luar negeri untuk penyidikan tersangka Anang Sugiana Sudiharjo (ASS), Direktur Quadra Solution. Mereka sebelumnya sudah dicegah ke luar negeri saat penyidikan terhadap Andi Narogong. Mereka berdua dicegah sejak 6 April 2017 hingga 6 bulan ke depan.

‎"KPK mengirimkan pada Imigrasi tentang pencegahan ke Luar Negeri terhadap Inayah dan Raden Gede terhitung sejak 4 Oktober 2017 untuk 6 bulan ke depan untuk keperluan penyidikan dengan terdakwa ASS," kata Juru bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis (12/‎10).

Febri menjelaskan pencegahan bepergian ke luar negeri tersebut berdasarkan Pasal 12 ayat (1) huruf b UU KPK. Karena kata Febri, penyidik KPK membutuhkan keterangan Inayah dan Raden Gede dalam penyidikan tersebut.

"Jika mereka dibutuhkan tidak sedang berada di luar negeri," papar Febri. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. KPK
  2. Korupsi E KTP
  3. Jakarta
  4. Andi Narogong
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.