KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Usai tembak istri kades, marinir ambil uang korban lalu beli mobil

Jumat, 11 Agustus 2017 19:12 Reporter : Moch. Andriansyah
Pembunuhan istri Kades Sidojangkung. ©2017 merdeka.com/moch. andriansyah

Merdeka.com - Usai menghabisi nyawa Luluk Diana (38), Kopda TS, mengambil uang Rp 150 juta korban yang baru diambil dari ATM dan digunakan membeli mobil Honda Jazz Nopol W 1797 YC. Mobil itu lantas digunakan pelaku untuk kabur.

"Mobil Hondas Jazz ini dibeli dari seseorang di Gresik dengan DP uang Rp 30 juta. Lalu menggunakannya untuk melarikan diri ke daerah Batu," kata Wadir Reskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Teguh Yuswardhie, Jumat (11/8) sore.

Pelaku diringkus setelah polisi melakukan penelusuran dan mendapatkan rekaman CCTV yang ada di bank tempat korban mengambil uang. Dari rekaman itu diketahui korban mengambil uang di bank tidak sendirian melainkan bersama pelaku.

"Kemudian diketahui bahwa pelaku adalah oknum anggota TNI Angkatan Laut. Kemudian kami melaksanakan koordinasi dengan Pomal dan melakukan penangkapan di Ngantang, Batu tadi pagi," tandasnya.

Pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Markas Pomal TNI AL.

Sebelumnya, polisi meringkus pembunuh Luluk Diana (38), istri kepala desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur, di daerah Ngantang, Batu, Malang. Pelaku yang merupakan Kopda TS alias YYK, anggota TNI AL bertugas di kesatuan marinir.

Wadir Reskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Teguh Yuswardhie mengatakan, antara korban dan pelaku sebelumnya sudah saling mengenal sejak sekolah. Lantaran sudah saling kenal itulah korban meminta bantuan pelaku untuk mengawal saat mengambil uang Rp 150 juta di Bank BCA daerah Mojokerto.

Teguh menambahkan, pelaku kemudian membujuk korban dengan berpura-pura untuk selfie di hutan Watu Blorok, setelah mengambil uang di bank. Ketika kondisi sekitar sepi, pelaku mengeluarkan senpi rakitan type FN warna hitam dan melakukan penembakan.

"Senjata ini didapat pelaku saat bertugas di Aceh," ucap Teguh.

Selanjutnya, kata Teguh, pelaku menembak kepala korban di bagian tengkuk sebanyak satu kali. Setelah korban meninggal, pelaku mengambil kontak mobil Yaris milik korban lalu meninggalkan mobil tersebut di daerah Krian, Sidoarjo.

Dari hasil pengembangan penyelidikan atas temuan mayat seoarang perempuan di hutan Watu Blorok itu, polisi melakukan penelusuran dan mendapatkan rekaman CCTV yang ada di bank tempat korban mengambil uang.

"Dari situ diketahui bahwa korban mengambil uang di bank tidak sendirian. Tapi bersama dengan temannya, yang kemudian kita ketahui sebagai pelaku, tersangka," pungkasnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Pembunuhan
  2. Surabaya
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.