Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Usai salah tembak, polisi telantarkan korban hingga tewas

Usai salah tembak, polisi telantarkan korban hingga tewas Ilustrasi Mayat. ©shutterstock

Merdeka.com - Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menyesalkan adanya warga yang diduga menjadi korban salah tembak dilakukan anggota polisi. Parahnya, korban ditelantarkan begitu saja usai tertembak hingga tewas di tempat.

Zulkarnain mengaku sudah mendapat laporan terkait kasus itu. Dirinya telah membentuk tim khusus beranggotakan Bid Propam dan Puslabfor yang bertugas memeriksa anggota Polsek Pemulutan, Ogan Ilir, yang melakukan giat penangkapan buronan pembunuhan dan menyelidiki proyektil di tubuh korban maupun di TKP.

"Saya turut berduka atas musibah ini. Kami bergerak cepat, saya sudah memerintahkan Kabid Propam dan Puslabfor untuk menyelidiki kasus ini," ungkap Zulkarnain, Senin (8/10).

Dari laporan yang diterimanya, kata Zulkarnain, polisi langsung meninggalkan TKP meski mengetahui adanya korban tertembak. Korban justru ditemukan warga dan akhirnya dilaporkan ke Polresta Palembang.

"Saya sesalkan sikap polisi seperti itu. Kalau ada yang tertembak mestinya dibawa ke rumah sakit, ini kenapa korban ditinggal begitu saja, polisi balik ke Pemulutan," ujarnya.

Selain itu, ternyata penyergapan itu ternyata tanpa koordinasi. Zulkarnain Adinegara mengungkapkan, tidak adanya koordinasi dalam upaya penangkapan pelaku kriminal menyalahi prosedur. Mestinya polisi setempat turut mendampingi atau paling tidak mengetahui giat itu.

"Dari laporan tidak ada koordinasi, jelas itu menyalahi aturan. SOP-nya jelas dilanggar," ungkap Zulkarnain.

Karena melanggar mekanisme penangkapan, Kapolsek Pemulutan terancam akan diberikan sanksi tegas karena memimpin giat di luar mekanisme. "Yang memimpin giat itu kapolsek langsung. Kalau kelalaian menghilangkan nyawa orang lain pastinya ada sanksi kepada polisi, baik itu pidana ataupun sidang disiplin," tegasnya.

Zulkarnain menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat belasan anggota yang dipimpin Kapolsek Pemulutan berusaha menangkap pelaku pembunuhan berinisial SI alias MM di rumah biliar di Kelurahan 7 Ulu Palembang, Senin (8/10) pukul 04.00 WIB. Ketika digerebek dengan tembakan peringatan, warga yang berada di dalam berhamburan keluar.

"Versi polisi ada yang mengacungkan pisau, lalu diberikan tembakan peringatan. Semua melarikan diri, terus ada tembakan lagi, tidak jelas tembakan siapa," kata dia.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP