Usai robohkan patung, LMND kumpulkan lima marga adat
Merdeka.com - Runtuhan patung Zainal Abidin di Kalianda, Lampung Selatan, sudah dipindahkan. Situasi hari ini aman terkendali. Senin (30/4) malam, aksi demonstrasi yang berujung robohnya patung tersebut sempat menutup akses jalan di Kalianda, Lampung Selatan.
"Situasi sudah normal kembali, runtuhan patung itu sudah dipindahkan tapi saya tidak mengetahui dibawa kemana," ujar Ketua LMND Lampung Selatan, Ahmad Zailani kepada merdeka.com, Senin (1/5).
Menurut Zailani, pihaknya masih cooling down dahulu dari aksi demonstrasi yang merobohkan patung kakek dari Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza. "Kami masih mengumpulkan 5 marga adat Lampung Selatan untuk menuntut Pemkab meminta maaf," katanya. Kelima marga itu adalah bandar marga dantaran, pangeran singa baringsang; bandar marga ratu, pangeran cahya marga; bandar marga legun, pangeran tihang marga; bandar marga pesisir rajabasa, pangeran penyimbang agung; bandar marga ketibung, pangeran susuhunan sampuna jaya.
Menurut Zailani, kelima marga adat ini menolak pendirian patung Zainal Abidin. Zailani juga mengungkapkan, masih banyak pahlawan asal Lampung yang layak dipatungkan.
Patung Zainal Abidin yang berdiri pertigaan Jalan Lintas Sumatera dengan Jalan Zainal Abidin Pagaralam, Kalianda, Lampung Selatan dirobohkan massa. Menurut Zailani, aksi ini puncak dari kejenuhan masyarakat atas arogansi bupati Lampung Selatan.
Patung dirobohkan dengan ditarik oleh mobil setelah diikat tali. Aparat kepolisian tidak bisa menahan aksi massa yang merobohkan patung mantan gubernur Lampung itu. Zainal Abidin Pagaralam adalah orangtua dari Gubernur Lampung Sjachroeddin ZP. (mdk/tts)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya