Usai rayakan Hari Santri Nasional, 3 remaja tenggelam di Pelabuhan Ratu

Senin, 22 Oktober 2018 20:31 Reporter : Henny Rachma Sari
Usai rayakan Hari Santri Nasional, 3 remaja tenggelam di Pelabuhan Ratu Ilustrasi Orang Tenggelam. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Nahas nasib tiga remaja di Sukabumi, Jawa Barat. Ketiganya yang merupakan santri pondok pesantren di tiga daerah berbeda tenggelam usai menghadiri peringatan Hari Santi Nasional yang jatuh hari ini.

Korban, Alam Alpariji (16), Hasan (16) dan Rehan (12) tenggelam di dua lokasi berbeda di objek wisata laut Palabuhan Ratu.

"Seluruh korban merupakan santri. Dari kejadian tersebut satu santri meninggal dunia akibat tenggelam, satu selamat serta seorang lainnya hilang dan masih dalam pencarian tim SAR gabungan," kata Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi, Okih Pajri di Sukabumi, Senin (22/10).

Lebih rinci, Okih mengungkap Alam Alpariji (16) wara Kampung Babakan, Kecamatan Cileungsi, Bogor.

Korban yang merupakan santri Pondok Pesantren Al-atiqiah, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi ini meninggal dunia saat hendak dibawa ke RSUD Palabuhanratu. Untuk tempat kejadiannya di Pantai Istana Presiden, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu.

Kemudian, Hasan (16) yang merupakan santri Atholibiah Cimangkok, Kecamatan Sukalarang, jasadnya belum ditemukan. Korban yang merupakan warga Kampung Selaawi II, Desa Cirumput, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi ini hilang tenggelam setelah menyelamtatkan rekannya yang terseret arus di Pantai Istiqomah, Desa Citepus.

Sementara, Rehan (12) warga Kampung Baros, RT 001 RW 004, Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur berhasil diselamatkan, namun sayangnya teman yang menyelamatkannya yakni Hasan hingga saat ini belum ditemukan.

"Hingga saat ini kami masih melakukan pencarian seorang santri yang hilang tenggelam. Pencarian yang dilakukan dengan cara menyisir lokasi hilang tenggelamnya korban," tambahnya.

Dalam operasi pencarian tersebut, tim SAR berkoordinasi dengan TNI AL, Satpolair Polres Sukabumi, Basarnas Pos Sukabumi serta relawan lainnya. Di sisi lain, untuk kondisi cuaca saat ini normal, tetapi arus laut cukup kencang dan gelombang tinggi. Diduga tubuh korban terselip di bebatuan karang atau terseret hingga ke tengah laut.

"Kami juga meminta bantuan nelayan, baik yang hendak maupun pulang melaut jika menemukan adanya benda mencurigkan seperti jasad manusia agar segera melapor," kata Okih, seperti diberitakan Antara. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini