Usai Dilantik, Khofifah-Emil Tancap Gas Jalankan 3 Program Utama di 99 Hari Kerja

Rabu, 13 Februari 2019 14:57 Reporter : Moch. Andriansyah
Usai Dilantik, Khofifah-Emil Tancap Gas Jalankan 3 Program Utama di 99 Hari Kerja Khofifah-Emil Dardak. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Pasangan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestanto Dardak, segera dilantik Presiden Joko Widodo sore ini. Pelantikan digelar di Istana Negara.

Juru bicara Khofifah-Emil, KH Zahrul Azhar As’ad, mengatakan setelah dilantik kedua langsung tancap gas menjalankan program 99 hari kerja dengan tiga program prioritas.

Program pertama adalah One Pesantren One Product (OPOP), yaitu program pemberdayaan kaum santri di pesantren agar siap bersaing di era Revolusi Industri 4.0. Tahap awal, ada 10 pesantren akan jadi percontohan.

"Untuk 99 hari kerja, kita optimalkan dulu 10 pilot project," kata pria akrab disapa Gus Hans, Rabu (13/2).

Program prioritas selanjutnya soal peningkatan infrastruktur di wilayah Madura untuk memberikan pemerataan akses. "Kalau infrastrukturnya baik, bisa jalan juga kapal-kapal untuk membawa misi kesehatan di sana," ucapnya.

Pasangan Khofifah-Emil juga fokus merevitalisasi Badan Koordinator Wilayah (Bakorwil) yang selama ini hanya bertugas mengelola urusan-urusan administratif.

Diharapkan fungsi Bakorwil bisa dioptimalisasikan menjadi Milenial Job Center (MJC) sebagai subkoridor bisnis, sekaligus mendekatkan pemerintah dengan masyarakat dalam konteks pelayanan publik.

"Sehingga Bakorwil-Bakorwil ini bisa kita manfaatkan menjadi sentra-sentra pelatihan bisnis dan juga usaha bagi masyarakat eks-karisidenan. Jadi, semua tidak terpusat di Surabaya saja," katanya.

Rangkaian Agenda Khofifah-Emil Setelah Dilantik

Serangkaian acara akan digelar pasangan ini setelah resmi dilantik. Informasi dihimpun merdeka.com, malam harinya pukul 19.00 Wib, Khofifah dan Emil akan mengunjungi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada pukul 19.00 WIB. "Nanti malam, Insya Allah, saya dan Mas Emil akan silaturahmi dengan pimpinan KPK," kata Khofifah yang saat ini sudah berada di Jakarta, saat dihubungi.

Keduanya akan disambut Ketua KPK Agus Raharjo. "Informasi yang kami dapatkan, Insya Allah ketua KPK berkenan menerima kami," ucapnya.

Dia dan Emil akan meminta saran terkait masalah yang mungkin bisa menyebabkan dispute (perselisihan) atau perdebatan atas berbagai kebijakan. "Sementara kebutuhan kita untuk meningkatkan kualitas SDM, ini tidak boleh ada keraguan," katanya.

Setelah dari KPK, pada Kamis (14/2) pagi, Khofifah-Emil akan mengunjungi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Kenapa ke KPK, kenapa ke BPK? Kita ingin di hulunya, sisi pencegahannya," katanya.

Kalau sisi pencegahan bisa dilakukan secara maksimal maka proses pengambilan keputusan dan penyelenggaraan pemerintahan di daerah tidak dilakukan dengan ragu-ragu.

"Bahwa kita butuh peningkatan Indeks Pembangunan nanusia, bahwa ada Mendagri Nomor 13 Tahun 2006, ada Undang-Undang 23 Tahun 2014, bagaimana supaya ada pasal-pasal yang mungkin bisa menyebabkan, yang multitafsir ini kan penting," jelas Khofifah.

Khofifah berjanji pemerintahannya nanti akan memaksimalkan pencegahan dan penyamaan persepsi agar tidak menimbulkan multitafsir memicu perselisihan ketika memimpin Jawa Timur.

"Tentu, harapan kami, kita bisa melakukan persamaan persepsi yang menghindarkan kemungkinan terjadinya multitafsir atau dispute dari referensi yang kita jadikan pondasi dalam mengambil keputusan," jelas dia

Setelah ke KPK dan BPK, Khofifah-Emil langsung kembali ke Surabaya menuju Masjid Al Akbar. Mereka akan melakukan doa bersama dan sujud syukur dengan seluruh masyarakat Surabaya.

Dari Masjid Al Akbar, keduanya diarak menggunakan Jeep menuju Tugu Pahlawan Surabaya untuk melakukan pidato pertamanya setelah resmi memimpin Jawa Timur. Pesta baru akan berakhir pukul 21.00 WIB di Gedung Grahadi Surabaya. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini