Tutup 15 Sekolah karena Siswa Positif Covid-19, Langkah Pemkot Tangerang Dipuji

Jumat, 1 Oktober 2021 13:41 Reporter : Kirom
Tutup 15 Sekolah karena Siswa Positif Covid-19, Langkah Pemkot Tangerang Dipuji Jumeri meninjau pelaksanaan PTM terbatas bersama Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengapresiasi upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam mengantisipasi penularan Covid-19 dengan menggelar testing di 18 SMP selama tiga pekan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Dari pemeriksaan itu, 15 sekolah ditutup sementara karena ditemukan siswa dan guru yang positif terinfeksi virus corona.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Ristek Jumeri mengungkapkan kalau langkah yang ditempuh Pemkot Tangerang dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 di sekolah sudah sangat baik.

"Ini langkah yang sangat baik, Sebagai upaya mitigasi dan pencegahan penyebaran Covid-19 di sekolah," kata Jumeri di Kota Tangerang, Jumat (1/10/2021).

Jumeri menegaskan bahwa kebijakan pemerintah pusat dalam mengatur kegiatan PTMT di sekolah yang terdapat siswa atau pendidik terkonfirmasi positif Covid-19 adalah menutup sementara satu kelas di sekolah itu. "Jika ada satu siswa yang terkonfirmasi positif, cukup ditutup sementara satu kelas dari sekolah tersebut. Jika lebih dari satu, maka sekolah yang harus ditutup sementara. Sementara Pemkot Tangerang, menutup sementara satu sekolah jika ada siswa yang terkonfirmasi positif," jelas dia.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah memaparkan Pemkot melalui Dinas Kesehatan secara berkala melakukan testing kepada para siswa dan tenaga pengajar di SMP, baik negeri maupun swasta. "Testing yang dilakukan untuk mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah," ujar dia.

Apabila ditemukan ada yang positif di satu sekolah, baik siswa ataupun tenaga pengajar, lanjut Arief, maka sekolah yang akan ditutup sementara minimal 10 hari. "Supaya bisa diambil langkah untuk tracing dari yang terkonfirmasi positif. Keluarga dan yang memiliki kontak erat dengan yang positif akan di-swab," jelas dia.

Baca juga:
SMA 6 Jakarta Sediakan Ruang Isolasi Khusus dalam Penerapan PTM
Terjadi Tawuran Pelajar, Bupati Karawang Bakal Evaluasi PTM
Pemerhati Pendidikan: Perlu Ada Tim Khusus Tangani Pembelajaran saat Pandemi
NU Dukung PTM Terbatas dengan Protokol Kesehatan Ketat
Tak Ditemukan Klaster Covid-19, Pemkot Jakbar Harap Orang Tua Tak Cemas Anak Ikut PTM

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini