Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Turis keluhkan toilet kotor dan harga makanan mahal di lokasi wisata Aceh

Turis keluhkan toilet kotor dan harga makanan mahal di lokasi wisata Aceh Wisata Aceh. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Toilet terbatas dan belum layak serta harga makanan tidak memiliki standar, menjadi persoalan krusial bagi bisnis pariwisata di Aceh saat ini. Tentunya ini telah membuat buruknya citra pariwisata tanah rencong.

Persoalan krusial ini sudah menjadi rahasia umum di Serambi Mekkah. Dari menu makanan tidak tercantum harga, terutama di warung makan, kafe dan warung kopi. Meskipun tak menampik, sebagian restoran sudah fair mencantumkan harga setiap menu.

Presiden Komunitas Acheh Malaysia Datuk Haji Mansyur Usman mengaku pernah mendapat pengalaman pahit soal harga. Pernah suatu kali ia makan di sebuah warung harga yang sangat mahal. Sementara saat datang makan dengan pribumi, harga menjadi normal.

"Harga makanan tidak standar, saya pernah punya pengalaman seperti itu. pergi sendiri mahal, waktu pergi dengan pribumi jadi murah," kata Mansyur Usman, Minggu (20/8).

Mansyur Usman juga mengkritisi ketersediaan toilet umum di lokasi wisata. Padahal, pulau Sabang memiliki objek wisata yang sangat indah, baik pemandangan bawah laut maupun pantai yang indah.

"Sabang itu masih sangat virgin, tetapi pengelolaannya masih sangat kacau, terutama toilet yang gak bersih," tegasnya.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Reza Fahlevi tak menampik persoalan fasilitas toilet, lebel harga makanan menjadi tantangan bisnis pariwisata di Aceh.

Reza mengaku, sudah sangat sering melakukan sosialisasi menyangkut hal itu. Selama ini, Disbudpar Aceh bahkan sudah memberikan banyak pemahaman persoalan pelayanan, khususnya harga barang, kebersihan toilet dan sejumlah pelayanan lainnya.

"Akan tetapi persoalan infrastruktur, harga barang itu ranahnya kabupaten/kota. Khusus Banda Aceh sudah ada qanun soal harga, dan infrastruktur fasilitas umum di objek wisata, itu ranahnya kabupaten/kota," sebut Reza Fahlevi.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengaku untuk tahun 2017 ini belum banyak bisa dilakukan. Akan tetapi pada tahun 2018 nanti akan dilakukan pembenahan diberbagai sektor, terutama fasilitas umum seperti toilet.

"Tahun 2018 akan kita benahi semua, pertama sediakan anggaran untuk pembenahan, seperti toilet keberhasilan kota, toilet kebersinambungan kebersihan," jelas Aminullah Usman.

Pemerintah Kota Banda Aceh pada tahun 2018 nanti, akan memberikan penghargaan atau kemudahan lainnya yang memiliki fasilitas toilet dan sistem pelayanan baik. Terutama di warung kopi maupun restoran yang menyediakan makanan khas Aceh.

"Kita akan buat perlombaan, warung-warung yang bersih, kita berikan kemudahan, sepertik kurangi pajak 50 persen, mereka harus saling menunjang kalau ingin wisata maju di Aceh," ungkapnya.

Menyangkut dengan harga, Aminullah mengaku ke depan akan mengimbau dan membuat aturan tegas agar semua pengelola kafe dan restoran transparan. Semua harus memiliki label harga, sehingga pembeli tidak tertipu dan persoalan beda harga bisa diminimalisir. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP