Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Turis asal Swiss kepincut blusukan di pasar tradisional Banyuwangi

Turis asal Swiss kepincut blusukan di pasar tradisional Banyuwangi Turis asal Swiss Theresa Osman Wata mengunjungi Pasar di Banyuwangi. ©2017 merdeka.com/Ulil Albab

Merdeka.com - "Ini apa? Apakah ini pare?" ujar seorang turis asal Swiss, Theresa Osman Wata, kepada pedagang sayur di pasar tradisional Banyuwangi bersama kedua anaknya, Senin (10/7).

Dia tampak tertarik dengan bentuk sayuran yang berada di depannya. Berkali-kali ia mengangkat menunjuk dan mengambil gambar dari berbagai sudut menggunakan kamera digital miliknya.

"Itu bukan pare, tapi klentang buah pohon kelor," ujar pedagang itu menjawab pertanyaan Theresa.

turis asal swiss theresa osman wata mengunjungi pasar di banyuwangi

Turis asal Swiss Theresa Osman Wata mengunjungi Pasar di Banyuwangi ©2017 merdeka.com/Ulil Albab

Theresa pun tampak mengangguk-anggukan kepalanya saat sang guide menjelaskan klentang serta daun kelor di hadapannya. "Menarik," kata dia.

Dia pun melanjutkan blusukannya dan kembali bertanya mengenai sayur-sayuran serta bumbu dapur yang banyak di jual pedagang. "Saya tahu ini jahe, kunyit, tapi ini apa saya tidak tahu?" ujar Theresa dalam bahasa Inggris.

"Itu Kluwek biasa dipakai untuk memasak rawon," ujar Guide asal Bali Nyoman Dana menjelaskan.

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Pasar Banyuwangi, Theresa nampak tertarik dengan suasana pasar yang penuh sesak dengan orang-orang yang berbelanja. Dia mengaku terkesan dengan ramah-tamah serta interaksi antara pedagang dan pembeli di pasar itu.

turis asal swiss theresa osman wata mengunjungi pasar di banyuwangi

Turis asal Swiss Theresa Osman Wata mengunjungi Pasar di Banyuwangi ©2017 merdeka.com/Ulil Albab

"Saya sering ke pasar, tapi tidak pernah menemukan sesuatu yang menarik seperti ini di Prancis. Indah sekali. Tak hanya transaksi jual beli saja tapi juga saling menanyakan kabar," ujar dia seraya tersenyum.

Menurut Nyoman dia sudah sering mengantarkan sejumlah turis ke pasar. Banyak dari turis-turis itu meminta untuk diantarkan ke pasar untuk sekedar berinteraksi dengan warga lokal ataupun berbelanja bumbu-bumbu masak untuk di bawa sebagai buah tangan.

"Biasanya rute turis ini dari Bali ingin mengunjungi Ijen. Tapi sebelumnya keliling-keliling kota dan mengunjungi pasar," katanya.

Seorang pedagang sayur bernama Supri, mengaku cukup senang dengan kehadiran turis-turis ini. Kehadiran turis ini baginya bisa memperkenalkan kekayaan hasil bumi Indonesia. "Bukan sekali ini saja ada turis datang, hampir setiap hari ada turis yang berkunjung. Kadang ada yang datang membeli tapi seringnya cuma tanya-tanya aja," kata pria yang senang dipanggil Supri Sayur. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP