Turis asal China masih peringkat tertinggi hobi pelesiran di Bali

Rabu, 19 September 2018 10:30 Reporter : Moh. Kadafi
Turis asal China masih peringkat tertinggi hobi pelesiran di Bali Wisatawan Asal China Masih Peringkat Pertama Mengunjungi Bali. ©Istimewa

Merdeka.com - Dalam periode bulan Januari sampai Agustus tahun 2018 dari catatan Bandara Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, Lalu Lintas Angkutan Udara (LLAU) kunjungan wisatawan mancanegara meningkat dibandingkan periode yang sama di tahun yang lalu.

Dalam statistik pergerakan pesawat periode Januari-Agustus 2018, tercatat sebanyak 107.338 pesawat keluar masuk Bandara I Gusti Ngurah Rai, baik melalui Terminal Domestik dan Terminal Internasional. Jumlah ini merupakan kenaikan dari periode pencatatan yang sama di tahun 2017 lalu, di mana terdapat 96.723 pesawat yang dilayani atau naik sebesar 11 persen.

Sementara untuk pergerakan penumpang, terdapat 15.640.887 penumpang yang dilayani pada periode Januari hingga Agustus 2018, atau naik sebesar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya tercatat terdapat 14.481.013 pengguna jasa bandar udara yang keluar masuk Bali melalui bandar udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

"Secara umum, terdapat kenaikan dalam statistik LLAU di bandar udara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada periode Januari hingga Agustus tahun ini. Kami mencatat ada kenaikan sebesar 11 persen, sedangkan untuk pergerakan penumpang terdapat peningkatan sebesar 8 persen," ujar General Manager Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, di Badung, Bali, Rabu (19/9).

Jika dilihat dari rata-rata dalam satu hari terdapat 442 pesawat mengangkut 64.366 penumpang yang keluar masuk bandar udara Internasional I Gusti Ngurah Rai dari bulan Januari hingga Agustus 2018. Sementara itu, dalam periode pancatatan Januari sampai Agustus 2018, tercatat sejumlah 4.139.187 wisatawan mancanegara yang dilayani oleh Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, naik sebesar 6.61 persen dibandingkan dengan periode pencatatan yang sama di tahun 2017 lalu, yang hanya sejumlah 3.882.526 wisatawan.

Dengan jumlah wisatawan sebanyak 972.442 orang, China masih menjadi negara penyumbang terbesar pelancong mancanegara yang datang ke Indonesia melalui bandar udara I Gusti Ngurah Rai. Sementara diperingkat kedua dan ketiga, diikuti oleh wisatawan dari Australia dan India, dengan jumlah masing-masing sebanyak 770.228 dan 244.628 wisatawan.

"Terkait pencatatan wisatawan mancanegara, China, Australia, dan India masih menduduki tiga besar negara penyumbang terbanyak. Jika ditotal, persentase ketiga negara tersebut hampir separuh dari total jumlah wisatawan asing yang kami layani, dengan persentase 24,49 perse untuk China, 18,61 persen untuk Australia, dan 5,91 persen untuk India," tutup Yanus. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini