Tukang mebel Klaten ditangkap terkait teror Alfamart & Candi Resto
Merdeka.com - Aparat Detasemen Khusus 88 Antiteror menggeledah rumah terduga teroris S di Desa Jetis Wetan, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Kamis (15/12) siang. Selain dipasang Garis Polisi, penjagaan ketat juga dilakukan pasukan Brimob dan Polres Klaten selama penggeledahan berlangsung. Usai penggeledahan sejumlah petugas membawa sebuah kardus berwarna coklat yang berisi sejumlah barang bukti.
SM, istri terduga teroris mengaku sempat diberitahu polisi bahwa suaminya dibawa ke Jakarta. Tak seperti keluarga terduga teroris lainnya, saat wartawan mengajukan sejumlah pertanyaan, sikap SM tampak lebih santai dan ramah.
Kapolres Klaten AKBP Muhammad Darwis mengatakan, pihaknya ikut mengamankan penggeledahan yang dilakukan Densus 88. Dalam penggeledahan tersebut ditemukan sebuah samurai, buku jihad serta lainnya.
"Kami back up penggeledahan yang dilakukan Densus 88 Mabes Polri di rumah SM. Tadi yang diamankan ada samurai, buku-buku jihad, BPKB dan motor yang digunakan di TKP Sukoharjo " ujar Kapolres.
Kapolres menjelaskan, penangkapan S terkait kasus pelemparan molotov di Alfamart Serengan Solo dan Candi Resto Solo Baru Sukoharjo beberapa waktu lalu. Saat ini, lanjut dia, barang bukti dititipkan di Mapolsek Pedan, Klaten, sebelum dibawa untuk penyelidikan lebih lanjut.
"Tersangka dan barang bukti saat ini dalam penguasaan Densus 88 untuk mendalami motif dan kalau ada tersangka lain," katanya.
Sebelumnya aparat Densus 88 kembali menangkap seorang warga Pedan, Klaten. Seorang warga Desa Jetis Wetan berinisial S ditangkap pada Rabu (14/12) sore. Pria tersebut selama ini diketahui bekerja sebagai penjual mebel di Klaten.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya