Tuduhan pemerintah otoriter tak mendasar, Perppu Ormas bisa digugat
Merdeka.com - Organisasi relawan pendukung Presiden Jokowi kembali akan melaksanakan acara Silaturahmi Nasional (Silatnas), yang rencananya akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Ini merupakan Silatnas kali ke dua, yang akan diikuti oleh 5.000 peserta yang berasal dari 27 organisasi relawan. Adapun tema Silatnas II nanti yakni Pancasila Rumah Kita.
Ketua Panitia Silatnas M Yamin mengatakan, tujuan Silatnas tentu saja selain bersilaturahmi di antara organ pendukung Jokowi-JK, juga konsolidasi untuk memperkuat dukungan terhadap kebijakan dan program pemerintah.
Bentuk dukungan yang diberikan terhadap pemerintah Jokowi-JK, kata dia, adalah kerja-kerja pengorganisasian di masing-masing organ relawan dan mensinergikannya di antara organ relawan. Tujuannya untuk berkontribusi pada keberhasilan kebijakan dan program pemerintah, yang dilakukan dalam bentuk menginformasikan keberhasilan pemerintah, dan meluruskan informasi yang salah yang beredar di masyarakat.
"Organ relawan dalam Silatnas mendukung semua kebijakan dan program pemerintah yang berkaitan dengan upaya memperkuat Pancasila. Organ relawan juga tidak pernah ragu sedikitpun untuk mendukung Pancasila sebagai ideologi bangsa, dan melawan faham-faham radikal yang anti terhadapnya," kata Yamin dalam keterangan persnya, Kamis (20/7).
Kebijakan Pemerintah yang memperkuat peran Pancasila, lanjut M Yamin, tentu akan terus didukung para relawan. Hal itu karena Pancasila telah menjadi perekat kebhinnekaan, yang mempersatukan bangsa Indonesia. Maka tidak heran jika tema Silatnas kali ini adalah adalah Pancasila Rumah Kita.
"Diterbitkannya Perppu nomor 2 tahun 2017, yang mengatur Ormas, menunjukan pemerintah konsisten dalam upaya pengarusutamaan (mainstreaming) Pancasila. Tuduhan bahwa Perppu akan menimbulkan sentralisme kekuasaan, dan membuka peluang pemerintah menjadi otoriter, sangat tidak berdasar. Karena, tiap putusan pemerintah atas pembubaran ormas bisa dibawa ke pengadilan TUN, dan bisa diuji materialkan kelak di MK," kata dia.
Silatnas II berharap, jelas dia, dapat turut berkontribusi dalam komunikasi positif tentang Perppu, baik secara langsung dalam kegiatan pengorganisasian masyarakat, maupun lewat berbagai media. Hal ini dilakukan untuk mengatasi darurat radikalisme, yang saat ini terjadi.
M Yamin berharap, kritik bertubi-tubi dengan berbagai motivasi di baliknya, beserta hujatan, tidak menghilangkan fokus pemerintah Jokowi-JK untuk terus membangun dan memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya