Tuan Rumah Audisi PB Djarum Diancam Dicabut Predikat Kota Layak Anak

Minggu, 8 September 2019 20:46 Reporter : Lia Harahap
Tuan Rumah Audisi PB Djarum Diancam Dicabut Predikat Kota Layak Anak Audisi Beasiswa Bulutasngkis 2019 PB Djarum di GOR Satria Purwokerto. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI menganggap PB Djarum telah melakukan eksploitasi pada anak-anak dalam Audisi Beasiswa PB Djarum. Anak-anak peserta audisi beasiswa mengenakan seragam dengan sponsor Djarum di dada mereka. KPAI mendesak Djarum Foundation menghentikan penggunaan anak sebagai media promosi citra merek dagang rokok Djarum.

Setelah mendapat protes dari KPAI, PB Djarum pada Sabtu (7/9) memutuskan menghentikan program pencarian bakat pemain bulutangkis. Keputusan ini akan dijalankan mulai 2020. Padahal, sudah sejak 2006 PB Djarum menggelar audisi pencarian bakat calon atlet di berbagai daerah Indonesia.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Achmad Budiarto menceritakan pertemuan yang dihadiri perwakilan Djarum Foundation, KPAI. Pertemuan ini difasilitasi Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dan perwakilan kota diadakan audisi. Dia menyayangkan adanya ancaman terhadap kota penyelenggara audisi.

"Sekarang masalahnya daerah yang adakan audisi ini kan diancam oleh KPAI dan PMK. Kalau mereka adakan (audisi) akan dicabut layak anak," ujar Achmad kepada merdeka.com, Minggu (8/9).

Dia menilai, ancaman ini membuat kota tuan rumah audisi tidak banyak bergerak. Di sisi lain, PBSI tidak bisa berbuat banyak. Sebab, audisi tersebut bukan wewenang PBSI.

"Ini yang mungkin buat mereka jadi kesulitan, kalau dari pihak regulasinya tidak mengizinkan kita mau apa. Itu kan ranahnya bukan di PBSI lagi tapi di pengambil keputusan. PMK ada satu departemen urusi anak dan perempuan," katanya.

Dia mengaku heran dengan kondisi ini. Dukungan yang dilakukan pihak swasta untuk kemajuan olah raga justru dipersoalkan. Padahal dengan peran swasta, pengambil kebijakan bisa fokus persoalan lain yang lebih penting. Semisal anak-anak miskin yang terlantar.

"Apa mereka tidak salah arah? Melihat kondisi anak-anak telantar di jalan. Tapi ini kan jadi krusial karena ada Djarumnya itu, padahal itu foundation, berbeda dengan produknya (rokok)," ucapnya.

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Adakah Unsur Eksploitasi Anak dalam Audisi Bulutangkis PB Djarum? Klik disini [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini