Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Try Sutrisno kesal ke Amien Rais soal amandemen, Fahri salahkan Jokowi

Try Sutrisno kesal ke Amien Rais soal amandemen, Fahri salahkan Jokowi Fahri Hamzah. ©2017 dok foto dok ri

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai pernyataan Wakil Presiden keenam Indonesia Try Sutrisno terhadap mantan Ketua MPR Amien Rais hanya bentuk kekecewaan atas ketidakmampuan pemerintah mengelola keadaan. Try mengungkapkan kekesalan kepada Amien karena mengamandemen UUD 1945 saat era reformasi.

Kekesalan itu disampaikan pada acara Silaturahmi TNI dengan Purnawirawan TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9) pekan lalu.

"Kekecewaan Pak Try lebih pada ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola keadaan. Jangan salahkan amandemennya," kata Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/9).

Fahri menuding kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak mampu menangani situasi nasional yang kompleks. Lagipula, kata Fahri, amandemen UUD 1945 tak semuanya buruk, contohnya menjamin kebebasan pers.

"Ada kepemimpinan yang tidak sanggup mengelola kompleksitas. Yang tidak sanggup mengelola hasil dinamika. Sekarang anda saja coba kalau anda enggak ada amandemen. Apa anda bisa begini? (tunjuk wartawan). Enggak bisa," terangnya.

Lebih lanjut, Fahri menyebut amandemen UUD 1945 sebenarnya tidak bisa dilakukan oleh 1 orang saja. Karena itu, dia menyebut Try menggunakan terminologi militer untuk mengungkapkan kekesalannya kepada Amien.

"Tidak ada amandemen boleh dilakukan satu orang. itu semua karya lembaga. Jadi gini mungkin Pak Try memakai terminologi militer. 1 orang bertanggungjawab semua," tambahnya.

"Nah di DPR ini tidak ada 1 orang bertanggungjawab semua. 1 orang bertanggungjawab masing-masing. Satu orang itu satu lembaga. Jadi Pak Amien itu cuma tukang ketok palu saja. Yang lain kalau enggak setuju ya enggak," sambung Fahri.

Meski begitu, dia mengaku tak sependapat dengan Try bahwa ada kesalahan dengan amandemen UUD 1945 di era reformasi. Jika terjadi masalah-masalah nasional saat ini, lanjut Fadli, hal itu karena pemerintah tidak mampu mengelola kompleksivitas dari amandemen tersebut.

"Saya menganggap amandemen konstitusi masih valid. Enggak ada yang salah dengan amandemen konstitusi. Itu pikiran terbaik bangsa kita. Tapi kalau ada orang yang enggak sanggup dengan pikiran yang kompleks seperti ini memang generasi harus berubah," tukasnya.

Sebelumnya, Try menyatakan kekesalannya karena Amien mengamandemen UUD 1945 saat era reformasi dulu. Padahal, dia telah mengingatkan Amien bahwa usulan melakukan amandemen UUD 1945 adalah sebuah langkah yang salah.

Dari amandemen UUD 1945 itu, Try hanya menemukan lima kesepakatan dari enam kesepakatan yang sebelumnya dijanjikan Amien. Masalah ini membuat Try mengecap Amien sebagai pengkhianat bangsa karena tak konsisten menerapkan UUD 1945 hasil amandemen. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP