Trunojoyo Segera Gelar Sidang Banding Eks Wadirkrimum Polda Metro AKBP Jerry Cs

Selasa, 27 September 2022 18:06 Reporter : Nur Habibie
Trunojoyo Segera Gelar Sidang Banding Eks Wadirkrimum Polda Metro AKBP Jerry Cs Wadirkrimum Polda Metro AKBP Jerry Siagian jalani sidang kode etik kasus Brigadir J. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Polri tengah menyusun hakim banding untuk sidang empat anggota terkait kasus kematian Brigadir J alias Nofryansyah Yoshua Hutabarat yang diputus Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Keempatnya itu diketahui, Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Jerry Raymond Siagian.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, untuk memori banding yang diajukan oleh empat orang tersebut sudah diterima oleh Biro Pengawasan dan Pembinaan Profesi (Wabprof) Div Propam Mabes Polri.

"Kemarin sudah saya tanyakan kepada Karowabprof, untuk memori banding memang sudah diterima, tapi lagi penyusunan hakim bandingnya," kata Dedi kepada wartawan, Selasa (27/9).

"Nanti apabila hakim bandingnya sudah disusun, kemudian diajukan kepada pimpinan dan sudah disahkan baru bisa kita umumkan kapan untuk pelaksanaan sidang banding akan digelar," sambungnya.

Diketahui, Polri telah melakukan sidang etik terhadap sejumlah anggotanya terkait kematian Brigadir J alias Nofryansyah Yoshua Hutabarat. Hingga saat ini, sudah sebanyak 15 orang yang menjalani sidang etik tersebut.

Mereka yang telah menjalani sidang etik yakni Irjen Ferdy Sambo, Kombes Agus Nurpatria, Kompol Baiquni, Kompol Chuk, Brigadir Frillyan Fitri, AKP Dyah Candrawati, Bharada Sadam, AKBP Jerry Raymond Siagian dan AKBP Pujiyarto.

Kemudian, Briptu Firman Dwi Ariyanto, Briptu Sigid Mukti Hanggono, AKP Idham Fadilah, Iptu Hardista Pramana Tampubolon, Ipda Arsyad Daiva Gunawan dan Iptu Januar Arifin.

2 dari 3 halaman

PTDH

trunojoyo segera gelar sidang banding eks wadirkrimum polda metro akbp jerry cs

Dari 15 orang tersebut, hanya beberapa saja yang dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) oleh tim Komisi Kode Etik Polisi (KKEP). Seperti Irjen Ferdy Sambo, Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Jerry Raymond Siagian.

Untuk Irjen Ferdy Sambo, dijatuhi sanksi PTDH karena dianggap telah melanggar kode etik hingga dianggap melakukan pelanggaran berat atas kematian Brigadir J. Sanksk itu dibacakan dalam sidang etik pada 26 Agustus 2022.

Selanjutnya, sanksi PTDH juga dijatuhkan kepada Kompol Chuck Putranto serta Kompol Baiquni Wibowo, yang menjalani sidang etik pada 2 Sepetmber 2022. Keduanya terbukti melakukan pelanggaran terkait perusakan kamera Closed Circuit Television (CCTV).

Kemudian, perwira yang terkena sanksi PTDH yaitu Kombes Agus Nurpatria yang menjalani sidang etik pada 7 September 2022. Ia dijatuhi sanksi tersebut, karena dinilai menghalang-halangi penyidikan atau Obstruction of Justice (OJ) atas kasus kematian Brigadir J.

Berikutnya, perwira menengah Polri yang terkena sanksi PTDH itu yakni mantan Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Raymond Siagian. Hal ini karena dinilai telah melakukan pelanggaran berat di kasus Brigadir J.

Dia dinyatakan tidak profesional dalam menangani dua laporan polisi terkait ancaman pembunuhan dan dugaan pelecehan seksual.

Mereka yang terkena sanksi PTDH tersebut, mengajukan banding usai menjalani sidang kode etik dalam waktu yang berbeda-beda.

3 dari 3 halaman

Sanksi Demosi

Selain itu, untuk beberapa anggota Polri yang dijatuhi sanksi demosi yakni Brigadir Frillyan Fitri, AKP Dyah Candrawathi, Briptu Firman Dwi Ariyanto, Briptu Sigit Mukti Hanggono, AKP Idham Fadilah, Iptu Hardista Pramana Tampubolon, Ipda Arsyad Daiva Gunawan, Iptu Januar Arifin dan Bharada Sadam.

Sanksi demosi ini diketahui berupa mutasi yang bersifat hukuman berupa pelepasan jabatan dan penurunan eselon serta pemindahtugasan ke jabatan, fungsi, atau wilayah yang berbeda.

Untuk AKP Dyah, ia diberi sanksi demosi dalam sidang etik pada 7 September 2022 karena dinilai bersalah yakni tidak profesional dalam pengelolaan senjata api.

Sedangkan, untuk Bharada Sadam dinilai tidak profesional yakni menghalangi dan mengintimidasi jurnalis saat meliput TKP penembakan Brigadir J seperti melakukan penghapusan foto serta video pada Juli lalu.

Selanjutnya, Eks BA Roprovos Divpropam Polri Brigadir Frillyan Fitri Rosadi yang juga dikenakan sanksi demosi. Ia juga disebut tidak profesional yakni mengintimidasi wartawan.

Berikutnya, yang terkena sanksi demosi yakni Briptu Firman Dwi Ariyanto selama satu tahun, Briptu Sigit Mukti Hanggono terkena demosi selama satu tahun, AKP Idham Fadilah juga terkena sanksi demosi selama satu tahun.

Iptu Hardista Pramana Tampubolon pun juga terkena sanksi demosi satu tahun, Ipda Arsyad Daiva Gunawan terkena sanksi demosi selama tahun dam Iptu Januar Arifin terkena sanksi demosi selama dua tahun.

Untuk mereka yang terkena sanksi demosi karena dinilai tidak profesional dalam melaksanakan tugasnya. Meski begitu, mereka diketahui tidak melakukan atau mengajukan banding atas sanksi yang dijatuhi ketua komisi sidang etik terhadap para pelanggar tersebut.

Penempatan Khusus

Selanjutnya, untuk AKBP Pujiyarto atau mantan Eks Kasubdit Renakta Polda Metro Jaya AKBP Pujiyarto dikenai sanksi penempatan khusus (Patsus) di Propam Polri selama 28 hari atas kasus kematian Brigadir J.

Sanksi ini diberikan, karena ia dinilai terbukti melanggar etika lantaran tidak profesional dalam menangani laporan terkait pelecehan kepada istri Sambo, Putri Candrawathi. [rhm]

Baca juga:
Polisi Cek Fisik dan Psikis Putri Candrawathi, Penahanan Tunggu Berkas Lengkap
Sidang Etik Brigjen Hendra Kurniawan Tak Kunjung Digelar, Polri: Mohon Sabar
Memori Banding 4 Polisi yang Dipecat Imbas Kasus Brigadir J sudah Diterima Polisi
Kejagung Masih Teliti Berkas Ferdy Sambo Cs, Kamis akan Dibeberkan
Daftar 15 Polisi Dipecat hingga Disanksi Demosi Terkait Kasus Kematian Brigadir J
Giliran AKBP Raindra Ramadhan Jalani Sidang Etik Kematian Brigadir J

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini