Tolong, Perempuan Ini Butuh Biaya Mengobati Kelainan Mata Bayinya
Merdeka.com - Bayi laki-laki usia 3 pekan, anak dari Siska (19), warga yang tinggal di Jalan M Said, Samarinda, Kalimantan Timur, memprihatinkan. Saat menangis keras, mata bayi itu mengeluarkan darah. Biaya berobat pun tidak ada, lantaran sang ibu berhenti bekerja di masa pandemi Corona saat ini.
Kejadian itu, sudah berlangsung sepekan ini. Ketiadaan biaya ke rumah sakit untuk berobat buah hatinya, membuat Siska kebingungan. Meski sempat diperiksakan ke bidan, kondisi anaknya tidak berubah.
Dia pun mendapat kabar dari media sosial, adanya klinik kesehatan di kantor BAZ Nasional Provinsi Kaltim, di Samarinda, yang memberikan pelayanan kesehatan gratis selama pandemi Corona.
"Sudah semingguan ini kondisi mata anak saya seperti ini. Untuk persyaratan periksa di sini diperlukan KK, KTP, dan surat keterangan tidak mampu dari RT," kata Siska, ditemui wartawan di klinik kesehatan BAZNas Kaltim, di Jalan Harmonika, Samarinda, Jumat (17/4).
Dari diagnosa awal dokter, kesimpulan awal pembuluh pada mata bayi pecah, sehingga mengeluarkan darah. "Dari dokter, dikasih pengantar untuk pemeriksaan lanjutan ke dokter spesialis mata," ujar Siska.
Dokter umum dari klinik kesehatan BAZNas, Ahmad Yusron menerangkan, ditemukan kotoran pada kedua mata bayi itu. Dicurigai, terdapat infeksi pada bagian matanya. "Jadi kalau menangis, pembuluh di mata jadi melebar," sebut Yusron.
Kepada ibu sang bayi, Yusron pun menyarankan kepada Siska, untuk segera membawa bayinya ke dokter spesialis mata. "Kita juga sudah kasih surat rujukan dan arahan kepada ibu si bayi," kata dia.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya