Tolak Revisi UU KPK, Saut Situmorang Singgung Masa Depan Cucu Presiden

Jumat, 6 September 2019 15:23 Reporter : Merdeka
Tolak Revisi UU KPK, Saut Situmorang Singgung Masa Depan Cucu Presiden Tolak Revisi UU KPK. ©2019 Liputan6.com/Delvira Hutabarat

Merdeka.com - Pimpinan dan Wadah Pegawai KPK menggelar aksi tolak revisi UU KPK yang dinilai hanya untuk melemahkan KPK. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menegaskan, pihaknya akan melawan segala upaya pelemahan KPK yang tercantum dalam revisi UU KPK yang tengah digodok DPR.

"Di piagam PBB jelas menyatakan poinnya setiap negara harus mendirikan satu institusi yang bebas dari kepentingan apapun. Dibuka lagi piagam PBB itu tahun 2003. Bahasanya di situ tidak boleh ada pengaruh-pengaruh yang tidak penting. Apakah penyadapan itu penting? Penting tidak boleh dilarang," kata Saut saat berorasi di depan 'rantai manusia' di Lobi Gedung KPK, Jumat (6/9).

Sembilan poin revisi UU KPK menurut Saut tidak penting. "Sembilan poin itu penting? Tidak penting tidak terkait dengan Undang-Undang yang sudah kita ratifikasi tahun 2006. Tolong itu dicatat," katanya.

Ia menyatakan, penolakan revisi UU KPK bukan hanya untuk menjaga masa kini, melainkan juga masa depan anak bangsa. Termasuk cucu presiden.

"Ini harus disampaikan ini harus diulang terus karena untuk masa depan bangsa Indonesia, untuk masa depan kita semua, untuk masa depan Indonesia, untuk masa depan cucu saya, untuk masa depan cucunya presiden, masa depan cucunya menteri. Oleh sebab itu, sekali lagi harus dilawan, dilawan, Lawan," tegasnya.

Semua revisi UU, kata Saut, yang bertentangan dengan prinsip pemberantasan korupsi, pencegahan korupsi sudah seharusnya dilawan.

Selain itu, lanjutnya, seluruh pimpinan KPK telah menandatangani surat untuk dikirimkan pada presiden agar mengambil kebijakan menolak pelemahan KPK.

"Hari ini pimpinan baru menandatangani surat, juga baru tandatangani lima pimpinan sudah tandatangani. Surat kita akan kirim kepada presiden, mudah-mudahan untuk dibaca untuk kemudian mengambil kebijakan," ujarnya.

Dia juga mengingatkan, agar seluruh pegawai KPK tidak takut dan berhenti melakukan aksi atau perlawanan terhadap segala upaya pelemahan KPK.

"Jangan pernah berhenti, jangan pernah takut jangan pernah terganggu integritasnya. Perjuangan kita masih jauh tanggung jawab kita besar terhadap republik ini jangan pernah takut siapapun apa yang kita lakukan ini untuk kebesaran bangsa Indonesia dan dilakukan dengan integritas yang besar," tutup dia.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini