Tolak Celupkan Jari ke Tinta Usai Nyoblos, Pemilih di Blitar Bacok Petugas PPS

Rabu, 17 April 2019 16:32 Reporter : Erwin Yohanes
Tolak Celupkan Jari ke Tinta Usai Nyoblos, Pemilih di Blitar Bacok Petugas PPS Ilustrasi Garis Polisi. ©2015 merdeka.com/afif

Merdeka.com - Seorang pria di Blitar nekat membacok petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS), diduga menolak menyelupkan tangannya ke tinta usai mencoblos. Akibatnya, sang petugas menderita luka bacok di dagunya.

Informasi yang dihimpun merdeka.com menyebutkan, kejadian itu berawal saat pelaksanaan pemungutan suara di TPS 016, Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Saat itu, pelaku yang juga pemilih berinisial Y, diketahui menunaikan pemungutan suara. Usai melakukan pencoblosan, Y lantas hendak pergi begitu saja.

Namun, sebagaimana aturan KPU, bagi warga yang selesai mencoblos, diwajibkan untuk menandai jarinya dengan tinta yang telah disediakan. Akan tetapi, pelaku rupanya keberatan atas hal itu. Cekcok mulut pun tak terhindarkan.

Pelaku kemudian mencelupkan jarinya dan akhirnya pergi meninggalkan TPS. Kepergian pelaku ini, rupanya hanya untuk mengambil senjata tajam di rumahnya.

Sebab, usai pulang, ia justru kembali lagi ke TPS dan menyabetkan senjata yang dibawanya ke salah satu petugas TPS bernama Luki Setia. Karena tak menyangka kejadian tersebut, korban pun terkena sabetan senjata tajam dibagian dagunya.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan membenarkan adanya insiden tersebut di Kota Blitar. Ia menyatakan, pelaku sudah dapat diamankan pihaknya.

"Salah satu pemilih tidak mau ini (ditandai dengan tinta), akhirnya kena (senjata tajam), sobek ini, kena, tapi ini pun bisa diamankan," ujarnya, Rabu (17/4). [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini