Tinjau PTM di Semarang, Ganjar Temukan Siswa Berkerumun Tunggu Guru

Rabu, 15 September 2021 11:43 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Tinjau PTM di Semarang, Ganjar Temukan Siswa Berkerumun Tunggu Guru Ganjar Pranowo Mengecek Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Hari Pertama di SMPN 13 Semarang. ©2021 Kontributor Semarang/Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegur sejumlah guru SMP N 33 Semarang, Rabu (15/9). Mereka ditegur karena kedapatan siswa berkerumun di depan laboratorium komputer. Untuk itu pihak sekolah diminta segera membentuk satgas dan melakukan evaluasi total.

"Beberapa kali saya menemukan kejadian serupa di Klaten dan Boyolali, sekarang di Kota Semarang. Saya minta segera diperbaiki. Kalau nanti berkali-kali melakukan pelanggaran, kita tutup. Sekolah tidak boleh menggelar PTM karena pelanggaran itu menunjukkan ketidaksiapan sekolah," katanya saat sidak di sekolah SMP N 33 Semarang.

Kejadian bermula ketika Ganjar bersepeda pagi dan sengaja mampir ke sekolah itu untuk melakukan pengecekan. Ternyata ditemukan siswa berkerumun. Saat ditanya, siswa itu sedang menunggu guru yang belum datang.

Mereka duduk-duduk sambil ngobrol dengan jarak kurang dari satu meter. Bahkan beberapa siswa terlihat berpegangan dan ada yang memeluk temannya.

"Masih nunggu guru pak, ini mau asessment nasional berbasis komputer (ANBK) pak," kata salah satu siswa.

"Ayo jangan pegang-pegangan. Sudah diajari protokol kesehatan belum. Ayo jaraknya berapa meter, yang tadi pegang-pegang temannya langsung cuci tangan ya. Ayo bapak ibu, segera dimasukkan ke kelas. Jangan berkerumun seperti ini, bahaya!" ujar Ganjar pada siswa.

Setelah siswa masuk ke kelas, Ganjar menasehati guru-guru agar tidak lelah mengedukasi protokol kesehatan.

"Tolong dijaga bu, ini banyak orang tua was-was, anaknya aman apa tidak saat di sekolah. Tolong jaga anak-anak kita ya," jelasnya.

Ganjar meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Semarang serta kepala sekolah sering mengawasi ke lapangan. Kebiasaan baru saat ini memang perlu dilakukan agar anak-anak bisa membiasakan diri.

"Kalau seperti tadi, harusnya ada patroli. Ada satgas sekolah. Ternyata sekolah ini belum membentuk satgas. Jadi kalau melihat anak-anak berkerumun seperti itu, dianggapnya biasa. Padahal kan itu bahaya," ucapnya.

Salah satu guru di SMPN 33 Semarang, Eni Kurniawati mengatakan akan segera menindaklanjuti perintah Ganjar. Pihaknya akan langsung menggelar rapat evaluasi terkait hal itu.

"Termasuk pembentukan satgas Covid, akan kami lakukan. Selama ini sudah ada, tapi belum digerakkan secara optimal. Memang tadi saat sidak pak Ganjar, anak-anak belum bisa menjaga jarak. Nantinya akan kami perbaiki dan semua elemen di sekolah akan kami gerakkan dalam rangka menegakkan protokol kesehatan," tutupnya. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini