Tinggi minat haji sampai rela meninggal dunia di Tanah Suci
Merdeka.com - Minat umat Muslim Sumatera Selatan sangat tinggi untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Bahkan, mereka tak lagi mempertimbangkan kesehatan demi bisa bisa melaksanakan rukun Islam kelima itu.
Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumsel, Alfajri Zabidi mengungkapkan, saking tingginya minat naik haji, masyarakat rela meninggal dunia di Tanah Suci. Hal itu karena haji menjadi salah satu tujuan akhir dalam hidupnya.
"Karena kita pendekatan secara teologi, namanya masyarakat semakin banyak penyakit semakin cepat ingin berangkat. Lebih baik meninggal di Mekkah katanya," ungkap Alfajri, Kamis (27/7).
Menurut dia, pihaknya terus melakukan sosialisasi pentingnya kesehatan kepada masyarakat yang berkeinginan naik haji. Sebab, tubuh sehat dan kuat menjadi syarat yang tak bisa ditinggalkan.
"Kita upayakan sosialisasi, pendidikan, mulai dari kabupaten/kota. Oh, begini sakitnya, begini cara penanganannya, dengan harapan, saat keberangkatan jemaah kuat," ujarnya.
Dia menambahkan, tahun ini setidaknya ada satu calon jemaah haji yang dipastikan tertunda berangkat dengan alasan hamil. Yang bersangkutan akan tetap bisa masuk daftar calon jemaah pada musim haji berikutnya.
"Ya, satu yang tidak lolos kesehatan karena hamil," kata dia.
Sementara itu, Kasubag Humas Kanwil Kemenag Sumsel Saefudin Latief menambahkan, sebanyak 7.035 jemaah yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini. Sedangkan pendaftar yang sudah masuk dalam waiting list berjumlah 90.268 orang.
"Waiting list haji di Sumsel cukup banyak, senggang waktunya 14 tahun ke depan. Mudah-mudahan ada penambahan kuota sehingga bisa mempercepat waktu berangkat," pungkasnya. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya