Timsus Polri Besok Periksa Istri Sambo, Bakal Umumkan Temuan Baru Kasus Brigadir J

Kamis, 18 Agustus 2022 12:23 Reporter : Rahmat Baihaqi
Timsus Polri Besok Periksa Istri Sambo, Bakal Umumkan Temuan Baru Kasus Brigadir J Irjen Ferdy Sambo diperiksa polisi. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Tim Khusus (Timsus) Polri menjadwalkan memeriksa istri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Jumat (19/8) besok. Putri bakal diperiksa terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat yang diotaki Ferdy Sambo.

"Sudah (dijadwalkan pemeriksaan PC)," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Kamis (18/8).

Namun Dedi enggan membeberkan perkembangan baru didapatkan Timsus Polri terkait kasus kematian Brigadir J. Dedi menyebut bahwa hasil pemeriksaan Putri akan diumumkan Timsus Polri besok seusai ibadah salat Jumat.

"Besok akan disampaikan oleh Timsus setelah salat Jumat updatenya oke," kata dia.

2 dari 3 halaman

Istri Ferdy Sambo Diduga Terlibat Kematian Brigadir J

Tim kuasa hukum keluarga Brigadir J, mendatangi Bareskrim Polri, Selasa (16/8). Kedatangan tim kuasa hukum yang dipimpin Kamaruddin Simanjuntak itu guna mendesak agar Timsus Polri menetapkan Putri sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Kamaruddin menyebut desakan itu dilayangkan karena Putri diduga terlibat dalam tindakan obstruction of justice atau upaya menghalang-halangi penyidikan kasus yang masih disidik Timsus Polri.

Maka saya minta kepada pejabat utama polri untuk segera (Putri), jadikan tersangka Pasal 55, 56 jo, pasal 340, 338, 351 ayat 3," ucap Kamaruddin kepada wartawan, di Mabes Polri.

Kamaruddin menjelaskan bahwa permintaan untuk penyidik segera menetapkan Putri sebagai tersangka mengacu pada laporan yang sebelumnya telah didaftarkan dengan nomor STTL/251/VII/2022/Bareskrim Polri tertanggal 18 Juli 2022.

"Iya sudah laporan yang dulu. Artinya dia (Putri) belum tersangka. Laporan tentang pembunuhan berencana, jo pembunuhan, jo penganiayaan yang menyebabkan matinya orang lain," jelasnya.

Adapun ketika ditanyakan terkait kenapa tidak membuat laporan baru untuk Putri, Kamarudin mengatakan bahwa proses pembuatan laporan masih berjalan untuk meminta surat kuasa kepada keluarga Brigadir J.

"Nanti saya bikin lagi, kan harus ada surat kuasa to. Saya harus ke Jambi dulu, untuk melaporkan perbuatan lainnya, tapi di dalam perkara pembunuhan saya minta dia tersangka," kata dia.

Lebih lanjut, Kamaruddin menyebut bahwa permintaan untuk Putri dijadikan sebagai tersangka telah diterima Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto dan Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi serta pejabat lainnya.

"Intinya, kita minta harus tersangka. Karena sudah mau saya tolong. Tapi tidak mau ditolong. Kalau Ibu Putri mau ditolong, harusnya dia ngomong sama saya, undang saya ketemu sama saya. Untuk menyingkirkan orang-orang yang mendoktrin dia untuk melakukan kejahatan kan gitu," tambah dia.

3 dari 3 halaman

Peran Istri Ferdy Sambo

Kamarudin mengatakan Putri patut diduga turut berperan menghalangi proses hukum atau diistilahkan obstruction of justice untuk mengungkap fakta sebenarnya terkait kematian Brigadir J.

"Dia juga memfitnah mayat, yaitu melanggar Pasal 321 KUHP kemudian dia juga turut serta melakukan pembunuhan berencana yaitu tentang obstruction of justice juga Pasal 221-223 Jo Pasal 556 kemudian juga melakukan permufakatan jahat, pasal 88 KUHP. Banyak pasal yang dilanggar bisa nggak keluar-keluar dari penjara nanti," ujar dia.

Bareskrim Polri sebelumnya resmi menghentikan dua Laporan Polisi (LP) yang terkait dengan kasus pembunuhan Brigadir J. Pertama perkara dugaan pelecehan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo dan dugaan ancaman disertai kekerasan.

"Berdasarkan gelar perkara tadi sore, kedua perkara ini kita hentikan penyidikannya karena tidak ditemukan peristiwa pidana. Bukan merupakan peristiwa pidana," kata Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (12/8).

Menurutnya, kedua LP tersebut dihentikan imbas penanganan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J yang terbukti memenuhi unsur pidana, sehingga menutup dua LP sebelumnya.

"Saat ini Bareskrim sedang memenuhi LP terkait dugaan pembunuhan berencana dengan korban Brigadir Yoshua," jelas dia.

Polri menetapkan empat tersangka terkait kasus kematian Brigadir J. Keempat tersangka itu adalah Ferdy Sambo, Bharada E, Brigadir RR dan KM. Para tersangka dijerat pidana pembunuhan dan pembunuhan berencana.

Baca juga:
Jokowi Marah karena Penanganan Kasus Pembunuhan Brigadir J Lambat
Kompolnas Desak Polri Segera Sidang Etik Irjen Ferdy Sambo
Reaksi Pengacara Baru Bharada E Dilaporkan Deolipa Terkait Pencemaran Nama Baik
PPATK Lapor Bareskrim soal Transaksi Rp200 Juta dari Rekening Brigadir J usai Tewas
IPW Ungkap Pengaruh Irjen Ferdy Sambo: Buktinya 35 Personel Polri Langgar Kode Etik

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini