Tim SAR temukan helm dan parasut anggota Kopassus yang jatuh ke laut
Merdeka.com - Tim Basarnas Kantor Semarang dibantu beberapa anggota TNI dan Polri membagi beberapa tahap tahap penyisiran dan pencarian Sertu Danang, anggota Kopassus dari Jakarta yang hilang di sekitar perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, saat terjun payung.
Pencarian tahap pertama dilakukan sekitar pukul 08.30 WIB sampai pukul 12.00 WIB. Kemudian proses pencarian tahap kedua dilakukan pada pukul 13.30 WIB sampai pukul 15.00 WIB.
"Upaya pencarian sempat dihentikan sementara sekira pukul 11.45 WIB akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan seperti angin dan tinggi gelombang. Kecepatan angin sendiri mencapai hingga 25 knot dan tinggi gelombang mencapai 2 meter sampai 3 meter," kata Humas Basarnas Kantor Semarang Semarang Affandi kepada merdeka.com, Selasa (7/2).
Affandi menjelaskan dalam proses pencarian, Basarnas Kantor Semarang melibatkan 2 Unit RIB, 4 kapal Polairud Jateng dan 1 kapal KPLP.
"Untuk proses pencarian dibagi dalam dua regu atau kelompok pencarian terdiri dari satu regu melakukan penyisiran sampai di wilayah Pantai Marina dan Tambak Lorok. Kemudian satu regu lainnya menyisir dan menyusuri pantai hingga ke Pantai Marina," jelasnya.
Pangdam IV Diponegoro Jawa Tengah Mayjen TNI Jaswandi mengatakan tim belum berhasil menemukan Sertu Danang. Sejauh ini, petugas menemukan dua perlengkapan terjun, yaitu helmet dan parasut payung.
Kebetulan ada yang melihat 20 meter di atas permukaan laut Sertu Danang melepas dan melempar kedua perlengkapan terjunnya.
"Tadi Sertu Danang ditemukan helmetnya, helmnya dengan payungnya. Tadi ada yang melihat, kurang lebih 20 meter sebelum terjun ke laut. Sudah dilepaskan dan yang bersangkutan juga mempunyai kemampuan berenang karena Paskhas," bebernya.
Sampai saat ini, Jaswandi menjelaskan tim gabungan masih melakukan upaya pencarian dan penyisiran di sekitar Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang dan sekitarnya.
"Semoga yang bersangkutan mampu untuk menyelamatkan dirinya. Ini masih kita cari," harapnya.
Jaswandi menjelaskan bagaimana kronologinya insiden hilangnya Sertu Danang saat melakukan latihan terjun dengan menggunakan pesawat M17 dari Penerbad TNI-AD. Latihan yang digelar di Pantai Marina Semarang ini menurutnya merupakan latihan rutin selama setahun ini. Kecelakaan diduga disebabkan oleh faktor cuaca khususnya arah dan kecepatan angin meningkat.
"Hari ini tadi pagi sudah laksanakan satu proses pelatihan. mengingat cuaca memungkinkan pada pagi hari sekitar pukul 07.15 WIB. Tapi setelah proses naik ke udara, pada saat lompat ada satu perubahan arah angin maupun kecepatan angin," ceritanya.
Diterpa angin kencang, hingga akhirnya 2 dari 11 anggota Kopassus hanya 9 anggota Kopassus berhasil mendarat di titik penentuan yang telah ditetapkan dalam latihan rutin. Hingga dua personel gagal mendarat dan masuk ke wilayah laut di sekitar perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
"Semakin tinggi akhirnya dari 11 penerjun, kemudian ada 9 yang bisa masuk ke darat, sesuai dengan apa yang diharapkan. Kemudian dua orang masuk di laut," ungkapnya.
Kemudian, satu orang rekan Sertu Danang saat mendarat di laut diselamatkan oleh nelayan. Namun Sertu Danang belum berhasil ditemukan selama proses pencarian dari pagi hingga petang ini.
"Yang satu orang, terselamatkan karena dibantu juga dari pengamanan karena selain dari dia sendiri juga dibantu para nelayan. Kemudian yang satu sampai saat ini masih dalam proses pencarian," pungkasnya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya