Tim Jokowi Minta Petugas Segera Tangkap Pembunuh Puluhan Pekerja di Papua
Merdeka.com - Sebanyak 31 pekerja di Papua dibunuh oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Senin (3/12) waktu setempat. Posko TNI turut menjadi sasaran kelompok yang dipimpin oleh Egianus Kogoya tersebut.
Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf meminta agar pemerintah segera menangkap pihak yang harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
"Kita meminta, TKN meminta, pemerintah menangkap orang-orang yang telah melakukan pembunuhan kepada para pekerja ini supaya hukum ditegakkan," ujar juru bicara TKN, Arya Sinulingga di posko pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Jalan Cemara, Jakarta Pusat, Selasa (3/12).
TKN, kata Arya, prihatin atas peristiwa nahas tersebut apalagi dengan banyaknya jumlah korban. Ia berharap kepada seluruh aparat keamanan lebih memaksimalkan pengamanannya, khususnya kepada para pekerja di daerah rawan.
"Kepada seluruh pihak agar apapun tantangannya seberat apapun tantangan kita harapkan ke depan semoga ada pihak-pihak keamanan yang akan menjaga para pekerja yang meneruskan kembali pekerjaan ini. Mereka lah para pejuang yang harus kita hargai," tukasnya.
Keterlibatan Egianus dalam pembunuhan itu dibenarkan Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi, yang mengatakan, pembunuhan puluhan pekerja pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, dilakukan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya. Bukan pertama kali dia menjadi dalang aksi teror di Papua.
Aidi menjelaskan, pemicu kejadian pembunuhan tersebut, karena diduga mendapati para pekerja sedang merekam dan menyaksikan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB), yang sedang memperingati Hari Ulang Tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang jatuh pada 1 Desember.
"Informasi awal salah satu pemicu kejadiannya ini, pada 2 Desember hari Minggu, mereka melaksanakan upacara ulang tahun yang mereka deklarasi sebagai hari kemerdekaannya. Kemudian ada pekerja jalan yang ikut nonton dan ikut mengambil gambar dari kejadian itu. Sehingga mereka marah, mereka membantai seluruh pekerja yang ada disana," ucap Aidi.
Dia mengindikasikan, kegiatan tersebut tak mau terpublikasi keluar. Apalagi sampai diketahui aparat keamanan.
"Sehingga dia berpikiran semua pekerja disitu membocorkan kegiatan mereka, lantas mereka bantai semuanya," ungkap perwira Kopassus ini.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya