KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Tim IT di DPR sudah antisipasi serangan teroris siber sejak lama

Senin, 15 Mei 2017 19:10 Reporter : Rendi Perdana
Tim IT dari DPR tangkal serangan teroris siber. ©2017 Merdeka.com/Rendi Perdana

Merdeka.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sudah mengantisipasi ancaman Ransomware Wannacry menyerang 153 negara di dunia. Kepala Bidang Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Juhartono, mengatakan telah menginformasikan ancaman serangan tersebut melalui pesan singkat para pegawai dan pejabat DPR.

"Tindakan kita sih tadi sudah mengirim pesan ke pegawai terkait dengan ancaman Ransomware jadi kami ingatkan untuk lebih hati-hati mengunduh file dari email," kata Juhartono kepada wartawan di ruangannya, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/5).

Dia menambahkan bahwa ancaman virus muncul sejak pekan lalu saat hari libur. Namun, pegawai teknologi informasi DPR RI sudah mengantisipasi perangkat berbasis Microsoft. Ada pula program berbasis Linux yakni Cloud dan File Sharing.

Pusdatin DPR RI menegaskan tidak mengaktifkan program Cloud dan File Sharing hari ini. Juhartono juga tidak menyarankan pegawai dan pejabat DPR RI mengunduh file di email.

"Hari ini saya amati apakah ada masalah atau tidak. Besok Insya Allah kita harapkan sudah kembali normal lagi. Hari ini untuk meng-up grade dan mengamati aplikasi sistem File Sharing dan Cloud," pungkasnya di lokasi.

IT DPR juga mengaku telah mendengar ancaman virus Ransomware ini dari bulan Maret lalu, persiapan pun sudah dari jauh sehingga pihaknya tidak terlalu mengkhawatirkan hal tersebut.

Alasan tim IT mengawasi aplikasi program berbasis Linux karena terdapat file Microsoft seperti word, excel dan power point. Jika kondisi aman, tim kembali membuka program tersebut besok, Selasa (16/5).

Juhartono juga mengatakan timnya tidak mematikan jaringan internet pada hari ini. Alasannya, DPR RI memiliki tugas pelayanan umum sehingga banyak email keluar masuk setiap harinya. "Email tidak ditutup, tapi kalau mengunduh dari email hati-hati," tegasnya.

Juhartono menambahkan penonaktifan Cloud dan File Sharing pada hari ini tidak begitu menghambat kinerja pegawai dan pejabat DPR RI.

Sampai saat ini, Juhartono dan tim IT DPR belum mendapatkan laporan mengenai serangan Ransomware kepada komputer pegawai dan pejabat DPR RI.

"Semua komputer di DPR bawaan Microsoft original dan menggunakan antivirus yang di-up date," terangnya. [ang]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.