Tiga Terdakwa Kasus Pembakaran Polsek Tambelangan Dituntut Berbeda

Kamis, 31 Oktober 2019 21:02 Reporter : Erwin Yohanes
Tiga Terdakwa Kasus Pembakaran Polsek Tambelangan Dituntut Berbeda Sidang Terdakwa Kasus Pembakaran Polsek Tambelangan. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Tiga terdakwa kasus pembakaran Polsek Tambelangan, Madura dituntut berbeda oleh Kejari Sampang. Satu terdakwa dituntut pidana 7 tahun penjara, sedangkan dua terdakwa lainnya dituntut selama 5 tahun penjara.

Tuntutan terhadap 3 orang terdakwa ini dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anton Zulkarnain. Dalam tuntutannya, tiga terdakwa, yakni Habib Abdul Qodir Al Haddad dituntut selama 7 tahun penjara, serta Hadi Mustofa dan Supandi dituntut pidana selama 5 tahun penjara.

"Mohon pada majelis hakim agar menjatuhkan pidana kepada terdakwa I Habib Abdul Qodir Al Haddad selama 7 tahun penjara, terdakwa ll dan terdakwa lll, Hadi Mustofa dan Supandi selama 5 tahun penjara, dikurangkan seluruhnya selama para terdakwa ditahan," kata JPU Anton di ruang sidang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (31/10).

Dalam pertimbangannya, hal yang memberatkan, perbuatan para terdakwa dianggap meresahkan masyarakat dan merugikan Polsek Tambelangan. Sedangkan hal yang meringankan, para terdakwa merupakan tulang punggung terdakwa.

Menanggapi tuntutan tersebut, para terdakwa melalui tim penasehat hukumnya akan mengajukan pembelaan atau pledoi, pada Kamis (14/11) pekan depan.

"Kami ajukan pembelaan yang mulia," ujar Dimas Aulia, salah satu anggota tim penasehat hukum para terdakwa.

Setelah mendengar tanggapan penasehat hukum para terdakwa, hakim memutuskan menunda persidangan pada pekan selanjutnya dengan agenda pembacaan.

"Sidang kita tunda pekan depan," ucap hakim Edi yang disambut ketukan palu hakim Edi sebagai tanda berakhirnya persidangan.

Terpisah, Dimas Aulia mengatakan, dirinya bakal mengajukan upaya hukum lain yakni pembelaan. Karena menurutnya, tuntutan JPU sangat memberatkan kliennya.

"Kami akan mengajukan pembelaan. Terlalu berat tuntutan jaksa. Harapan kami ke pasal 200 ayat (3), tapi jaksa mempunyai pandangan lain," ucap Dimas.

Untuk diketahui, peristiwa pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura dibakar massa pada Rabu (22/5) lalu. Kobaran api mengakibatkan kantor polisi tersebut ludes terbakar.

Pembakaran berawal dari adanya sekelompok massa yang datang secara tiba-tiba ke Kantor Polsek Tambelangan. Mereka kemudian melempari kantor itu dengan batu.

Polisi berupaya menghalangi massa yang anarkis, namun tidak diindahkan. Perlahan, jumlah massa semakin banyak dan semakin beringas. Hingga akhirnya mereka melakukan pembakaran.

Motif pembakaran itu diduga dipicu informasi hoaks yang menyebut seorang ulama Madura ditangkap polisi saat mengikuti aksi 22 Mei lalu di Jakarta. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini