Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tewas dengan penuh luka di wajah, Murniati diduga keluarga dibunuh

Tewas dengan penuh luka di wajah, Murniati diduga keluarga dibunuh TKP pembunuhan di Pondok Rangon. ©2017 Merdeka.com/Juven M Sitompul

Merdeka.com - Dewi (46) bibi dari Muniati (20) diduga korban pembunuhan mengaku masih tidak percaya jika keponakannya itu tewas dengan cara yang mengenaskan di kamarnya, Jalan Makmur, RT 03 RW 03, Pondok Rangon, Cipayung, Selasa (10/1) dini hari. Dewi menduga Murniati merupakan korban pembunuhan, sebab tidak ada satu barang pun yang hilang dalam peristiwa keji itu.

"Barang enggak ada yang diambil. Handphonenya masih ada, dalam keadaan di charger," kata Dewi saat ditemui di lokasi, Selasa (10/1).

Tak hanya HP, laptop milik korban yang tergeletak di atas meja pun masih tersimpan rapih. Bahkan, laptop masih dalam keadaan menyala saat keponakannya itu ditemukan sudah tidak bernyawa.

"Laptopnya masih ada tergeletak di atas meja dalam kamar," ujar dia.

Lebih lanjut, Dewi mengatakan, dugaan menguat jika keponakannya tewas karena dibunuh lantaran melihat isi rumah. Tidak ada barang satu pun yang berantakan, termasuk lemari dan laci.

"Keadaan dalam rumah enggak ada kok yang berserakan. Kertas-kertas juga normal diletakkan," pungkas Dewi.

Sebelumnya, Muniarti ditemukan sudah meregang nyawa di kamar rumahnya, Jalan Makmur RT 03 RW 03, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (10/1), sekitar pukul 02.00 dini hari. Muniarti ditemukan tewas oleh terangga rumahnya. Saat ditemukan, terdapat banyak luka di mayat korban.

Kuat dugaan, luka itu berasal dari benturan benda tumpul dan bekapan bantal. Guna kepentingan penyelidikan, saat ini jenazah Murniati dibawa ke rumah sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP