Terungkap Modus Baru Penyelundupan Sabu di Rutan Palu: Disembunyikan dalam Sarung Tangan

Petugas Rutan Palu berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu yang disembunyikan dalam sarung tangan pengunjung. Bagaimana modus ini terungkap?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Terungkap Modus Baru Penyelundupan Sabu di Rutan Palu: Disembunyikan dalam Sarung Tangan
Petugas Rutan Palu berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu yang disembunyikan dalam sarung tangan pengunjung. Bagaimana modus ini terungkap? (Merdeka.com)

Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II A Palu berhasil menggagalkan sebuah upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu ke dalam lingkungan rutan yang sangat dijaga ketat. Insiden krusial ini terjadi pada hari Sabtu, 6 September 2025, sekitar pukul 10.31 WITA, menunjukkan tingkat kewaspadaan tinggi aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban fasilitas pemasyarakatan.

Penggagalan penyelundupan sabu ini melibatkan seorang pengunjung wanita berinisial RR yang mencoba membesuk warga binaan bernama HH. Modus yang digunakan oleh pelaku cukup tidak biasa dan cerdik, yaitu dengan menyembunyikan barang haram tersebut secara rapi di dalam sarung tangan yang dikenakannya saat pemeriksaan.

Kepala Rutan Kelas II A Palu, Fani Andika, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa barang bukti berupa dua paket sabu dengan perkiraan berat sekitar 1 gram berhasil diamankan oleh petugas. Kasus serius ini kini telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Terungkapnya Modus Penyelundupan Sabu yang Cerdik

Kronologi kejadian bermula ketika RR, seorang pengunjung yang mengenakan gamis panjang, cadar, dan sarung tangan, tiba di Rutan Palu dengan maksud untuk melakukan kunjungan. Sesuai prosedur keamanan standar yang berlaku di rutan, petugas mengarahkan RR untuk meletakkan barang titipan yang dibawanya dan kemudian memasuki ruang pemeriksaan badan khusus wanita.

Pada saat proses pemeriksaan badan berlangsung, petugas pemeriksa menunjukkan profesionalisme dan kejelian luar biasa. Mereka berhasil menemukan dua paket sabu yang secara sangat cermat disembunyikan di dalam sarung tangan yang dikenakan oleh RR. Penemuan ini menjadi bukti nyata dari komitmen dan keseriusan petugas dalam memberantas peredaran narkoba di lingkungan rutan.

Fani Andika secara spesifik menjelaskan, "Barang bukti berupa dua paket sabu dengan berat sekitar 1 gram, ditemukan disembunyikan di dalam sarung tangan seorang pengunjung." Penemuan ini segera ditindaklanjuti dengan pengamanan barang bukti dan koordinasi lintas instansi yang relevan. Keberhasilan ini menegaskan bahwa setiap upaya penyelundupan akan selalu terdeteksi oleh petugas yang siaga.

Pihak rutan langsung melakukan langkah cepat dengan berkoordinasi bersama Subdit II Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tengah. Tujuan koordinasi ini adalah untuk melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap barang bukti yang ditemukan. Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan bahwa barang tersebut positif mengandung narkotika jenis sabu dengan berat total sekitar satu gram.

Komitmen Rutan Palu dalam Pemberantasan Narkoba

Menyusul penemuan barang bukti narkotika, pihak Rutan Palu menunjukkan sikap tegas dengan menyerahkan seluruh penanganan kasus ini kepada aparat kepolisian. Fani Andika menegaskan komitmen Rutan Palu dalam memberantas peredaran narkoba di dalam dan sekitar lingkungan rutan. "Kami menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian, agar diproses sesuai aturan yang berlaku," ujarnya, menunjukkan keseriusan dalam penegakan hukum tanpa kompromi.

Lebih lanjut, Kepala Rutan juga menekankan bahwa keberhasilan penggagalan penyelundupan sabu ini diharapkan dapat menjadi peringatan keras bagi pihak-pihak yang masih mencoba menyalahgunakan kesempatan kunjungan untuk tujuan ilegal. Pihak rutan akan terus-menerus meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan di setiap lini.

Fani Andika menambahkan, "Kami ingin memberikan sinyal tegas, bahwa petugas selalu siaga dan tidak akan memberi celah bagi peredaran narkoba di rutan." Pernyataan ini secara jelas menegaskan tekad kuat Rutan Palu untuk menciptakan lingkungan yang benar-benar bersih dari narkotika dan menjamin keamanan maksimal bagi seluruh warga binaan serta para petugas yang bekerja di sana.

Peningkatan prosedur pemeriksaan dan pelatihan berkelanjutan bagi petugas menjadi prioritas utama untuk mengantisipasi berbagai modus operandi penyelundupan. Hal ini dilakukan demi memastikan bahwa Rutan Palu tetap menjadi institusi yang aman dan terkendali dari ancaman narkotika, sejalan dengan upaya pemerintah dalam pemberantasan narkoba secara nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi