Tersangka kasus penghinaan, Anggota DPRD Siak dipanggil polisi

Kamis, 12 Oktober 2017 22:01 Reporter : Abdullah Sani
Ilustrasi borgol. shutterstock

Merdeka.com - Anggota DPRD Kabupaten Siak Ismail, tersangka dugaan kasus penghinaan terhadap pimpinan Perusahaan Bubur Kertas PT Indah Kiat Pulp and Paper mangkir dari panggilan penyidik polisi. Karena itu, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau, akan melayangkan panggilan kedua beserta ancaman penahanan jika tidak kooperatif.

"Yang bersangkutan (Ismail) sudah beberapa kali dilakukan pemanggilan, namun tak pernah hadir. Akan kita panggil lagi," ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Guntur Aryo Tejo, Kamis (12/10).

Pada panggilan berikutnya, polisi akan menindak tegas dengan menjemput paksa tersangka karena dinilai tidak kooperatif dalam menjalani proses hukum.

"Ya, jika tidak kooperatif akan dilakukan penahanan untuk mempermudah proses penyidikan," tegas Guntur.

Dikatakan Guntur, atas perbuatannya, Ismail dijerat pasal 310 KUHP juncto pasal 315 KUHP. Kasus ini ditindaklanjuti polisi berdasarkan laporan Hasanuddin, selaku salah satu pimpinan di perusahaan bubur kertas terbesar di Riau tersebut.

Hasanuddin melaporkan dugaan penghinaan terhadap dirinya oleh Ismail, saat aksi unjuk rasa di depan gerbang perusahaan besutan Eka Cipta yang terletak di Kabupaten Siak itu, pada Rabu 26 April 2017 lalu sekitar pukul 10.15 Wib.

Pasca pernyataan itu, Hasanuddin Tse, melaporkan Ismail ke Polda Riau dengan nomor laporan LP/193/IV/2017/SPkT/Riau tertanggal 28 April 2017.

Ismail, merupakan sebagai anggota DPRD Kabupaten Siak dari Partai Hanura, besutan mantan Panglima ABRI, Jenderal (Purn) Wiranto tersebut. Saat ini, Ismail menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Siak. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Siak Sri Indrapura
  2. DPRD
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.