Terperosok di Parit, Bocah SD di Samarinda Tewas Terseret Arus Deras Saat Banjir
Merdeka.com - M Fahmi Ridho, bocah 7 tahun murid SD 009 Jalan Wolter Monginsidi, Samarinda, Kalimantan Timur, ditemukan meninggal usai terseret arus deras banjir di saluran parit dekat sekolahnya, siang tadi. Saat kejadian, dia baru saja pulang dari sekolah.
Peristiwa itu terjadi sekira pukul 13.30 Wita. Sebagian Samarinda diguyur hujan deras, termasuk kawasan Jalan Wolter Monginsidi, sehingga mengakibatkan banjir hingga 50 centimeter.
Keterangan warga sekitar, Sugiono (64), saat hujan deras, sepulang sekolah murid sering terlihat bermain hujan di jalan. Seketika terlihat warga dan murid SD lainnya, ramai mendatangi dan melihat ke arah parit.
"Tadi di jalan ini terendam sekitar 30 cm, arusnya memang deras. Setelah ramai-ramai itu, saya datangi. Ternyata, ada anak hilang hanyut di parit," kata Sugiono ditemui merdeka.com di lokasi, Kamis (21/11).
Warga semakin ramai dan menyusuri arus deras parit dan banjir hingga hampir 1 kilometer, di parit lain di Jalan KS Tubun. Bocah itu akhirnya ditemukan tidak bernyawa, setelah juga terseret masuk ke dalam gorong-gorong.
"Ditemukan lagi pakai baju seragam sekolah, baju hijau, celana putih. Pas di angkat, dari mulutnya keluar banyak air," ujar Sugiono.
Usai ditemukan, korban langsung dibawa ke RS Dirgahayu, tidak begitu jauh dari lokasi kejadian. Kepolisian yang mendengar kejadian itu, mengecek ke lokasi, dan meminta keterangan warga di rumah sakit. Jenazah pun dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.
Kondisi Parit
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPantauan merdeka.com di lokasi, kondisi parit yang menyeret korban Ridho, hanya selebar 1 meter, dengan kedalaman kurang dari 1,5 meter. Sementara lubang di papan yang menutupi parit pun tidak begitu besar. Meski banjir sudah surut, arus parit masih terlihat deras.
"Kejadian itu benar, korban meninggal karena terseret arus banjir di parit yang meluap. Korban sudah divisum di rumah sakit," kata Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda Muhammad Ridwan, dikonfirmasi terpisah.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya