Terkena bom di Kampung Melayu, Agung tak trauma jadi sopir Kopaja

Agung (18), sopir bus Kopaja 612 jurusan Kampung Melayu-Ragunan yang menjadi salah satu korban ledakan bom di Kampung Melayu mengaku akan kembali menjalani profesinya setelah sembuh. Dia mengaku tidak trauma meski kaki kanannya mengalami putus syaraf akibat terkena serpihan bom.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Terkena bom di Kampung Melayu, Agung tak trauma jadi sopir Kopaja
Agung korban bom Kampung Melayu. ©2017 Merdeka.com

Agung (18), sopir bus Kopaja 612 jurusan Kampung Melayu-Ragunan yang menjadi salah satu korban ledakan bom di Kampung Melayu mengaku akan kembali menjalani profesinya setelah sembuh. Dia mengaku tidak trauma meski kaki kanannya mengalami putus syaraf akibat terkena serpihan bom."Ya menjadi supir kan memang untuk makan, jadi enggak akan berhenti," kata Agung saat ditemui merdeka.com di ruang perawatan RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (26/5).Saat ditemui, Agung masih terbaring lemas usai menjalani operasi di RS Premier Jatinegara sebelum dipindahkan ke RS Polri. Saat kejadian, Agung mengaku sedang beristirahat meminum es tidak jauh dari toilet Terminal Kampung Melayu. Bom pertama meledak mengakibatkan saraf pada kaki kanan Agung putus.Pada Kamis (25/5), Agung dijenguk Presiden Joko Widodo beserta Wakilnya Jusuf Kalla. "Cepat sembuh, ini musibah. Yang kuat," kata ibunda Agung, Dewi, menirukan ucapan Jokowi.Dewi pun menyesalkan kejadian tersebut terjadi dan menimpa anaknya "Kami ini kan yang di dunia ini saudara juga, masa saudaranya sendiri dijahatin," ucap Dewi.

Rekomendasi