Terima Telepon di Bawah Pohon, Pemuda di NTT Tewas Tersambar Petir

Selasa, 3 Desember 2019 03:31 Reporter : Ananias Petrus
Terima Telepon di Bawah Pohon, Pemuda di NTT Tewas Tersambar Petir Ilustrasi mayat. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/forestpath

Merdeka.com - Dona Riki Nenoliu (22), pemuda asal Oenoni, Desa Mio, Amanuban Selatan, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur tewas tersambar petir, Selasa (2/12). Petir menyambar ketika korban sedang menelepon menggunakan handphonenya.

Kronologi kejadian itu bermula saat korban bersama ibu kandungnya, Sarci Tanu dan kedua adiknya, yakni Antoinius Nenoliu dan Lianse Lassa pulang menjenguk saudara mereka yang dirawat di Puskesmas Panite.

Di tengah perjalanan, hujan turun. Mereka menghentikan laju motor dan berteduh di sebuah teras rumah. Korban kemudian menerima telepon dari seseorang. Korban berjalan keluar teras ke pohon asam yang tak jauh dari rumah itu.

Tak berselang lama, petir menggelegar menyambar pohon tempat korban menerima telepon. Seketika, korban tersungkur ke tanah. Melihat kejadian itu, sang ibu langsung keluar dari teras dan memeluk korban yang sudah tak bernyawa di tengah hujan lebat.

Kapolres Timor Tengah Selatan melalui Kasat Reskrim Iptu Jamari mengatakan pihaknya bergerak cepat ke tempat kejadian perkara dan berkoordinasi dengan Puskesmas Panite untuk mengevakuasi korban.

"Pada pukul 14.00 WITA, tim medis dari Puskesmas Panite dan perawat tiba di lokasi dan langsung melakukan pemeriksaan serta visum terhadap jenazah korban," ujar Jamari saat dikonfirmasi, Senin (2/12).

Baca Selanjutnya: Keluarga Menolak Autopsi...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Tersambar Petir
  3. Timor Tengah Selatan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini