Tergerus Air Hujan, Talut di KM 491 Tol Solo-Semarang Ambrol

Rabu, 26 Desember 2018 18:33 Reporter : Arie Sunaryo
Tergerus Air Hujan, Talut di KM 491 Tol Solo-Semarang Ambrol Longsor di Tol Solo-Semarang. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Dinding talut bahu jalan tol ruas Solo-Semarang segmen Salatiga-Kartasura yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu yang lalu, ambrol. Dikhawatirkan longsoran di kilometer 491 A tersebut mengganggu kenyamanan para pengguna jalan.

Manager Administrasi PT Jasamarga Solo-Ngawi (JSN), Fatahillah mengatakan dinding tol yang longsor tersebut ada di kilometer 491 Desa Tanjungsari, Banyudono, Boyolali. Longsornya tanah tersebut sebenarnya sudah cukup lama. Namun hal tersebut baru diketahui masyarakat dan kemudian menjadi viral, sejak Senin (24/12) lalu.

"Perlu saya luruskan, yang ambles itu bukan jalan tolnya, tetapi tanah di pinggir jalan tol. Hal itu terjadi karena tergerus aliran air. Kami dalam proses memperbaikinya," ujar dia, Rabu (26/12).

Selain perbaikan, lanjut dia, akan dilakukan penguatan pada talud tersebut.

Direktur Utama PT JSN David Wijayatno menambahkan, longsornya tanah di dinding talut penyangga badan jalan tersebut akibat tergerus air hujan yang cukup tinggi di wilayah tersebut.

"Bukan ambles mas, hanya lerengnya tergerus air hujan. Saluran gendongnya belum sempurna. Saat ini sudah ditangani," paparnya.

Pentauan di lokasi, alat berat mulai mengeruk longsoran tanah yang jatuh ke persawahan. Sejumlah petugas juga tengah sibuk membenahi longsoran sepanjang 20 meter tersebut. Petugas kepolisian nampak sibuk mengatur lanjut lalu lintas di lajur menuju ke Kota Solo tersebut.

"Hanya roundingnya tergerus. Badan jalan masih utuh, sehingga guardrail-nya turun," pungkas David. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini