Terduga teroris yang serang Polda Riau bawa surat dan bendera hitam

Rabu, 16 Mei 2018 19:32 Reporter : Abdullah Sani
mobil terduga teroris di Riau. ©2018 Merdeka.com/Abdullah Sani

Merdeka.com - Markas Polda Riau diserang sekelompok orang yang diduga sebagai teroris, Rabu (16/5). Satu polisi gugur, 2 lainnya luka-luka dan 2 wartawan turut ditabrak terduga teroris yang mengendarai mobil Avanza. Sedangkan 4 terduga teroris tewas ditembak.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Sunarto mengatakan, setelah para mayat pelaku diidentifikasi polisi menemukan sejumlah barang bukti yang digunakan untuk melakukan penyerangan.

"Ada sepucuk kertas bertuliskan arab dan bendera hitam," ujar Sunarto saat konferensi pers di Mapolda Riau.

Selain itu, Sunarto juga menyebutkan, polisi menemukan adanya kabel listrik dan rangkaian elektronik di tubuh pelaku dan dalam mobil mereka.

"Namun dipastikan itu (kabel dan rangkaian elektronik) bukan bahan peledak. Ya, itu hanya seperti kamuflase (tipuan). Kabel itu dililitkan dalam tubuh korban, ada juga kotak, yang ternyata kosong," kata Sunarto.

Polisi juga menemukan barang-barang yang disimpan pelaku dalam mobil tersebut. Seperti baju, tas, sepatu dan lainnya.

Seperti diketahui, aksi terduga teroris menyerang Mako Polda Riau Rabu pagi sekitar pukul 09.00 Wib. Saat itu, sejumlah wartawan sedang menunggu Kapolda Riau Irjen Nandang untuk konferensi pers kasus narkoba.

Namun tiba-tiba para terduga teroris datang dengan meneroboskan mobil Avanza. Setelah itu, para pelalu keluar mobil dengan samurai, menyerang polisi. Saat itu juga polisi menembak para pelaku hingga tewas. Satu pelaku kabur dari lokasi. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini