Terduga teroris di Kaliurang sempat sandera warga dan bajak truk

Sabtu, 14 Juli 2018 23:37 Reporter : Purnomo Edi
Terduga teroris di Kaliurang sempat sandera warga dan bajak truk Polisi tembak teroris di Kaliurang. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Densus 88 Mabes Polri melakukan penyergapan pada tiga terduga teroris di Jalan Kaliurang Km 9,5, Ngaglik, Sleman, Sabtu (14/7). Baku tembak sempat terjadi saat penyergapan tersebut.

Seorang terduga teroris sempat melakukan penyanderaan terhadap seorang perempuan bernama Sulis Khusnul Qotimah (35). Sulis sempat disandera selama kurang lebih 2 jam.

Adik ipar Sulis, Biworo (36) menceritakan sebelum menyandera Sulis, terduga teroris itu sempat membajak sebuah truk. Truk itu dikemudikan dari arah utara menuju selatan kemudian berbelok kiri di Jalan Kaliurang Km 9,3.

Truk yang dibajak itu sempat menabrak dua motor. Truk baru berhenti usai menabrak sebuah rumah milik warga. Kemudian terduga teroris itu turun dari truk dan menyandera Sulis yang saat itu berada di halaman rumahnya.

"Truk nabrak rumah terus berhenti. Saat berhenti sopirnya lari. Kemudian terorisnya turun dan menyandera kakak ipar saya. Kakak ipar saya ditarik tangan kirinya terus dikalungi celurit," ujar Birowo menirukan cerita kakaknya.

Biworo mengatakan, Sulis akhirnya bisa melepaskan diri usai menyodok pelaku dengan tangan kiri. Kemudian Sulis pun diselamatkan oleh polisi yang berjaga. Kedua polisi itu, kata Biworo, kemudian melumpuhkan terduga teroris itu.

"Kakak ipar saya bisa berontak dan minta tolong lari-lari. Itu kejadiannya mulai pukul 17.00 WIB. Kakak ipar saya lalu lari ke lapangan futsal," tutup Biworo.

Biworo menambahkan, pasca penyanderaan satu mobil Karimun milik kakak iparnya pecah di bagian kaca. Pecah, lanjut Biworo seperti bekas tembakan. Selain itu ada juga beberapa rumah warga yang kacanya pecah.

Terpisah, seorang anak kos di dekat lokasi penyanderaan, Hesti (25) mengaku mengira truk yang dibajak lalu masuk ke kampungnya karena kecelakaan. Hesti juga sempat mengetahui saat menabrak, truk sempat digas-gas oleh terduga teroris.

"Saya kira kecelakaan. Orang (terduga teroris) itu pakai baju hitam. Saya lihat takut terus masuk. Truk sempat di gas-gas. Saya tidak tahu ada yang disandera saat itu," tutup Hesti. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini