Tenda darurat terbatas, korban gempa Palu banyak berteduh di bawah pohon

Minggu, 30 September 2018 13:58 Reporter : Ya'cob Billiocta
Tenda darurat terbatas, korban gempa Palu banyak berteduh di bawah pohon warga ambil barang Supermarket di Palu. ©BAY ISMOYO / AFP

Merdeka.com - Warga terdampak gempa di Kota Palu, Sulawesi Tengah membutuhkan pasokan makanan, bahan bakar, tenaga medis, obat-obatan, air bersih, genset, dapur umum, kantong mayat, tenda, dan alas tidur serta selimut.

Dikutip dari Antara, banyak warga berdatangan ke Posko Satgas Khusus Penanggulangan Bencana yang berada di halaman kediaman Dinas Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, meminta bantuan barang-barang yang sangat dibutuhkan tersebut.

Bahkan sebagian dari mereka ada yang tidak bisa menahan emosinya agar segera mendapatkan bantuan.

Minggu (30/9) siang ini, cuaca di Kota Palu sangat terik dan para pengungsi masih banyak yang berteduh di bawah pohon.

Mereka membutuhkan tenda untuk menjadi tempat tinggal sementara setelah rumah rusak parah bahkan telah ambruk terkena gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter yang berpusat di di Kabupaten Donggala, puluhan kilometer dari Kota Palu, ibu kota Sulawesi Tengah.

Gempa-gempa susulan dengan guncangan skala kecil pun masih berlangsung.

Sebagian warga juga sejak pagi tadi ada yang mengambil bahan-bahan makanan dari berbagai toko serba ada seperti Indomart, Alfamart, dan sejenisnya.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mempersilakan warga terdampak gempa untuk mengambil bahan-bahan makanan yang dibutuhkan dari toko serba ada tersebut, dan pemerintah akan menggantinya.

Presiden Joko Widodo yang bertolak ke Palu dari Solo, Jawa Tengah, dengan pesawat TNI Angkatan Udara Boeing 737-400 telah terbang rendah untuk mendarat di Palu.

Jokowi berada di Palu untuk meninjau langsung daerah terdampak gempa dan tsunami.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjelaskan bahwa Presiden memutuskan meninjau langsung ke Kota Palu untuk mengetahui kondisi pascabencana saat ini.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan penggunaan Boeing 737-400 TNI AU dalam kunjungan kali ini dikarenakan kondisi landasan pacu Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu.

"Landasan pacu yang bisa digunakan hanya sepanjang 2.000 meter dari 2.400 meter landasan pacu yang ada dan kemarin saya bersama rombongan menggunakan jenis pesawat Boeing 737-400," kata Panglima TNI.

Setibanya di Kota Palu, Presiden dan rombongan direncanakan akan meninjau beberapa lokasi yang terkena dampak gempa dan tsunami, yaitu Pantai Talise, Perumahan Balaroa, dan Rumah Sakit Wira Buana. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini