Tenaga Medis Jadi Korban Corona, Masyarakat Diminta Terapkan Protokol Kesehatan
Merdeka.com - Tenaga medis berisiko tinggi dalam penanganan Covid-19. Masyarakat diminta memperingan tugas mereka, dengan mematuhi protokol kesehatan lebih disiplin.
Sebelumnya, tenaga medis yang mendedikasikan diri menangani korban Covid-19, dr Andhika Kesuma Putra, meninggal dunia pada Sabtu (1/8), setelah terkonfirmasi terinfeksi corona. Anak muda ini merupakan salah seorang dokter spesialis paru yang memiliki karier cemerlang di Sumatera Utara (Sumut). Selama pandemi, dia pernah bertugas di Rumah Sakit (RS) GL Tobing selain di RS Columbia Asia.
"Almarhum dr Andhika selama masa pandemi Covid-19 mendedikasikan dirinya untuk membantu percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Sumut. Dia melakukan perawatan langsung kepada pasien yang terpapar Covid-19," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut Aris Yudhariansyah saat live streaming di Media Centre GTPP Covid-19 Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (3/8).
Aris meminta kepada masyarakat agar disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, karena ini merupakan cara paling ampuh untuk menghambat penyebaran Covid-19. Dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin akan dapat mengurangi beban tugas tenaga medis dalam melakukan perawatan pasien Covid-19.
Selain mencuci tangan teratur, menggunakan masker, menjaga jarak dan meningkatkan daya tahan tubuh, masyarakat juta diminta tetap mengurangi interaksi atau kontak dengan orang lain. GTPP Covid-19 Sumut juga meminta kepada masyarakat segera mandi setelah beraktivitas di luar dan berganti pakaian sebelum berinteraksi dengan keluarga.
"Ini harus kita lakukan bersama-sama agar mengurangi risiko paparan Covid-19, sehingga meringankan beban para dokter dan tenaga medis lainnya dalam melakukan perawatan," tambah Aris.
Sementara kasus konfirmasi positif Covid-19 di Sumut masih belum menunjukkan penurunan. Hingga Senin (3/8) konfirmasi bertambah 56 orang menjadi 4.193 kasus, suspek bertambah 38 orang menjadi 498 kasus dan meninggal bertambah 2 orang menjadi 204 kasus. Namun, kesembuhan juga bertambah 39 orang menjadi 1.652 kasus.
Aris menambahkan, Covid-19 bisa dilawan dengan cara gotong-royong dan komitmen yang menyeluruh baik dari pemerintah juga dari masyarakat. "Pemerintah punya komitmen, masyarakat pun kami yakin punya komitmen baik tingkat desa hingga keluarga, tetapi harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya sebagian orang. Dengan semangat gotong-royong dan saling melindungi kita pasti bisa mengatasi pandemi ini," tegas Aris. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya