Tegur Pemotor Knalpot Bising, Anggota Brimob di Sumsel Tewas Dikeroyok 8 Orang

Rabu, 2 Januari 2019 16:12 Reporter : Irwanto
Tegur Pemotor Knalpot Bising, Anggota Brimob di Sumsel Tewas Dikeroyok 8 Orang Ilustrasi Penganiayaan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Hanya gara-gara knalpot, Briptu Yusuf (30), anggota Brimob Detasemen C Belitang, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, tewas dikeroyok delapan orang. Tiga pelaku diringkus dan lima lainnya menyerahkan diri ke kantor polisi.

Peristiwa itu terjadi saat korban menegur pelaku yang menggunakan knalpot bising ketika melintas di Jalan Raya Ranau, Kelurahan Batu Belang Jaya, Kecamatan Muara Dua, OKU Selatan, Minggu (30/12). Korban yang mengenakan pakaian preman dan pelaku sama-sama mengendarai sepeda motor.

Meski sudah ditegur, pelaku malah menantang sambil menarik gas motor berulang-ulang dan akhirnya dikejar korban. Terjadilah selisih paham antara korban dan pelaku.

Korban yang kesal memukul tersangka Yongki dengan senjata api. Melihat rekannya dipukul, tujuh pelaku mengeroyok korban hingga tewas. Ada yang menggunakan tangan kosong hingga membacok dan menusukkan pisau.

Polisi meringkus tersangka Yongki (21), Hafnizar (27) dan Oktono (50) sehari usai kejadian. Sementara lima tersangka lain diserahkan pihak keluarga ke kantor polisi dan masih menjalani pemeriksaan, Selasa (1/1).

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, mengungkapkan kasus ini ditangani Ditreskrimum Polda Sumsel dan Satreskrim Polres OKU Selatan. Total pelaku dan sudah ditetapkan sebagai tersangka sebanyak delapan orang.

"Pelakunya delapan orang, Alhamdulillah sudah ditangkap tiga, kemarin ada lima yang menyerahkan diri," ungkap Zulkarnain, Rabu (2/1).

Dijelaskannya, motif pengeroyokan karena salah paham. Salah satu tersangka memainkan gas motor dengan suara keras yang membuat korban menegur.

"Knalpot tersangka bising, korban meminta tersangka berkendara normal saja tapi malah ditantang," ujarnya.

Atas perbuatannya, ke delapan tersangka dikenakan Pasal 170 KUHP dengan ancaman di atas tujuh tahun penjara. Sementara situasi di TKP saat ini dikabarkan tetap kondusif. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini