Tebasan Parang Joni Membuat Istri Terluka dan Ayahnya Tewas
Merdeka.com - Joni (38), petani di Bengalon, Kutai Timur, Kalimantan Timur, dibekuk polisi usai menebas ayah kandungnya, Ignasius Kalao (60) menggunakan parang. Tidak hanya ayah kandung, amukan parang Joni juga melukai istrinya, Delviana (37). Polisi masih mendalami motif penganiayaan sadis itu.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (1/8) sekira pukul 04.00 WITA. Di rumahnya, Delviana terbangun dari tidur dan mendengar Joni cekcok dengan Ignasius yang tinggal tidak jauh.
"Pelaku (Joni) ini mau pulang ke rumah, mau ambil parang. Tapi dihalangi oleh istrinya," kata Kapolsek Bengalon AKP Zarma Putra.
Zarma menerangkan, emosi yang memuncak membuat pelaku kalap dan melukai istrinya. "Istri pelaku terkena tebasan parang di tangan dan kepala. Kemudian sempat menyelamatkan diri ke gereja," ujar Zarma.
"Istri pelaku meminta pertolongan ke warga, dalam kondisi terluka parah dan membawanya ke Puskesmas. Nah, tidak lama, warga juga melihat ayah kandung pelaku, Ignasius, tergeletak di jalan (kondisi meninggal dunia). Warga kemudian lapor ke Polsek Bengalon," tambah Zarma.
Kepolisian tidak kesulitan menangkap Joni, dan kemudian menggelandangnya ke Mapolsek Bengalon. Diketahui, Joni adalah seorang residivis kasus penganiayaan.
"Dia baru keluar penjara 3 bulan lalu. Kami belum bisa meminta keterangan pelaku, karena sering mengamuk seperti gangguan jiwa," ungkap Zarma.
Kendati demikian, lanjut Zarma, tidak menutup kemungkinan pelaku yang kini mendekam di sel penjara Polsek Bengalon hanya berpura-pura berperilaku seperti gangguan jiwa, agar tidak terjerat pidana.
"Kita akan coba gali keterangan korban (istri pelaku) nanti, kalau sudah siuman. Itu untuk mengetahui fakta sebenarnya dari peristiwa itu. Hari ini kami sudah olah TKP dan mengumpulkan barang bukti. Sementara ada 2 saksi kami mintai keterangan," demikian Zarma. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya