Tarian Mangael Dance, selamat bakudapa hingga tokoh Moana buka AIS di Kota Manado

Senin, 5 November 2018 13:23 Reporter : Hery H Winarno
Tarian Mangael Dance, selamat bakudapa hingga tokoh Moana buka AIS di Kota Manado Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey saat pembukaan The Archipelagic and Island States Forum (A. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) menggelar hajat besar yakni Archipelagic and Island State (AIS) Forum di GKIC Manado. Acara yang berlangsung meriah itu dibuka pada Kamis (1/11) lalu itu dihadiri delegasi dari 20 negara kepulauan.

Acara tersebut dibuka dengan Mangael Dance. Tarian perpaduan tradisional dan modern itu dimainkan dengan rancak oleh dua pria dan tiga wanita. Tarian tersebut bercerita tentang kehidupan yang tenang di lautan. Tarian itu pun sangat pas dengan tema ASI yakni penyelamatan laut.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengajak para delegasi negara peserta Archipelagic and Island State (AIS) Forum untuk menikmati panorama dan keindahan alam Sulawesi Utara (Sulut).

"Selamat datang di Sulut, selamat bakudapa, selamat menikmati panorama alam," kata dia dalam sambutan pada pembukaan Archipelagic and Island State (AIS) Forum di GKIC Manado, Kamis (01/11).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Olly Dondokambey juga mengajak delegasi negara peserta Archipelagic and Island State (AIS) Forum untuk membahas berbagai masalah dan mencari solusinya. Menurutnya, semua negara kepulauan dan pulau memiliki masalah yang sama.

"Kita menghadapi masalah seputar kerusakan lautan akibat sampah plastik serta perubahan iklim," kata Gubernur Olly.

Olly menuturkan, sebagai bagian integral dan salah satu daerah kepulauan di Indonesia, Sulut menyambut gembira pelaksanaan kegiatan dalam rangka kerja sama pembangunan Negara Kepulauan dan Negara Pulau ini.

"Forum ini menjadi katalisator bagi pembentukan kerjasama antar Negara Kepulauan dan Negara Pulau dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman, menyesuaikan diri dan meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim," kata Olly pada pembukaan AIS di Grand Kawanua Convention Center Manado, (1/11/2018) pagi.

Olly juga berharap melalui AIS Forum dapat memberikan informasi penting seluruh masyarakat Sulut tentang mitigasi perubahan iklim. "Kegiatan ini akan mengingatkan seluruh masyarakat untuk lebih peduli menjaga lingkungan," ucap Olly.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mewakili Presiden Joko Widodo, menyaksikan penandatanganan kesepakatan Deklarasi Manado, oleh para pemimpin dan perwakilan yang tergabung dalam The Archipelagic and Island States Forum.

"Forum ini bisa menjadi ajang berbagi pengetahuan, mencari solusi cerdas dan kreatif, diperbesar dan diperbanyak untuk digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan. Saya berharap forum ini bisa mendorong keterlibatan bisnis dan solusi keuangan inovatif untuk mendanai proyek perubahan iklim dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan," ujar Menko Luhut.

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey saat pembukaan The Archipelagic and Island States Forum (A 2018 Merdeka.com

Kesepakatan bersejarah oleh Forum yang beranggotakan negara-negara pulau dan kepulauan yang kebanyakan berada di kawasan Asia-Pasifik ini antara lain berisi aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ekonomi biru, pemanfaatan laut berkelanjutan yaitu pemanfaatan sumber daya laut dan serta mekanisme pembiayaan inovatif pada tindakan iklim.

Forum AIS diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman bersama dengan dengan United Nations Development Program (UNDP). AIS merupakan platform bagi pemerintahan negara-negara anggota untuk terlibat dan berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan - sektor swasta, masyarakat sipil, dan akademisi, tentang inisiatif perubahan iklim bertema dan perlindungan laut.

Menko Luhut mengatakan negara pulau dan kepulauan memiliki sifat-sifat optimis, adaptif dan inovatif dalam menyelesaikan berbagai masalah dengan pendekatan yang paling hemat biaya. Sejarah dan budaya mengajarkan bagaimana negara-negara pulau dan kepulauan menyelesaikan masalah mereka.

"Kita harus menjadi Moana, seorang anak perempuan yang memiliki semangat inovatif, dan selalu optimis dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya," kata Menko Luhut. Moana adalah film animasi yang menggambarkan petualangan seorang gadis cilik Polinesia dalam mencari jati dirinya. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Olly Dondokambey
  2. Manado
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini