Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tanggapi Komentar Netizen dan Pengakuan Saka Tatal, Polisi Tegaskan Masyarakat Harus Menahan Diri

Tanggapi Komentar Netizen dan Pengakuan Saka Tatal, Polisi Tegaskan Masyarakat Harus Menahan Diri

Tanggapi Komentar Netizen dan Pengakuan Saka Tatal, Polisi Tegaskan Masyarakat Harus Menahan Diri

Kepolisian fokus pada penyidikan, di tengah maraknya beragam informasi dan asumsi di media sosial yang mengiringi pengungkapan kasus pembunuhan Vina dan Muhammad Rizky.


Salah satu asumsi yang berkembang adalah pengakuan dari mantan terpidana, Saka Tatal yang mengaku korban salah tangkap.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Jules Abraham Abast memastikan bahwa proses pengungkapan kasus yang terjadi pada tahun 2018 itu dilakukan sesuai prosedur.


Penangkapan hingga putusan hakim dilakukan memiliki dasar hukum. Meski begitu, dia memilih tidak banyak mengomentari hal yang berkembang di media sosial.

"Kalau informasi dengan opini yang dibangun dari pihak manapun kami minta masyarakat menahan diri. Kami akan bekerja sebaik mungkin dan transparan. Nanti akan disampaikan (perkembangan selanjutnya)," kata Jules di Mapolda Jabar, Rabu (22/5).

Tanggapi Komentar Netizen dan Pengakuan Saka Tatal, Polisi Tegaskan Masyarakat Harus Menahan Diri

Diketahui, kasus ini terjadi di jembatan layang Kecamatan Talun, Cirebon pada 27 Agustus 2016 lalu.


Vina yang saat itu berusia 16 tahun meregang nyawa di tangan kelompok bermotor. Selain Vina, korban dalam kasus ini adalah Muhammad Rizky.

Di tahun itu, hasil penyelidikan bermuara pada penangkapan delapan tersangka hingga mereka diproses di pengadilan. Tujuh pelaku divonis penjara seumur hidup.


Satu pelaku yang masih di bawah umur mendapat vonis 8 tahun penjara. Belakangan diketahui, pria itu adalah Saka Tatal yang belum lama ini mengaku merupakan korban salah tangkap.

Di sisi lain, delapan pelaku terbukti melanggar Pasal 340 Kitab Hukum Undang-Undang Pidana tentang Pembunuhan Berencana, serta Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.


Para terpidana dalam kasus ini adalah Jaya, Supriyanto, Eka Sandi, Hadi Saputra, Eko Ramadhani, Sudirman, Rivaldi Aditya Wardana dan Saka Tatal.

Tanggapi Komentar Netizen dan Pengakuan Saka Tatal, Polisi Tegaskan Masyarakat Harus Menahan Diri

Selain itu, pada tahun 2016 pula, tiga pelaku lain dinyatakan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Mereka adalah Dani (28), Andi (31) dan Pegi (30).

Sosok Pegi ini diduga ditangkap pada Selasa (21/5) malam. Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan dan belum ditetapkan sebagai tersangka.


"Status (Pegi) saat ini sebagai terduga pelaku yang berstatus sebagai DPO," kata Jules.

"Iya (mengedepankan asas praduga tak bersalah), kesesuaian antara barang bukti baik keterangan saksi, keterangan tersangka, keterangan ahli, surat dan petunjuk dengan barang bukti yang sudah ada. Ini harus kita uji lagi. Kita harus lakukan pendalaman," ucap dia.


Di tahun ini, kasus pembunuhan Vina kembali naik permukaan setelah kisahnya diadaptasi menjadi film horror berjudul 'Vina: Sebelum Tujuh Hari' yang digarap Anggy Umbara sebagai sutradara.

Sejak film tersebut ditayangkan, kasus Vina ini ramai dibahas di media sosial, termasuk pesohor maupun content creator.

Tidak sedikit pula netizen melakukan 'investigasi' dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber.

Polisi Tunjukkan Bukti Foto Saka Tatal Tidak Diintimidasi Selama Penyidikan
Polisi Tunjukkan Bukti Foto Saka Tatal Tidak Diintimidasi Selama Penyidikan

Polisi membantah pengakuan Saka Tatal dengan foto-foto selama pemeriksaan.

Baca Selengkapnya
Respons Polisi soal Tudingan Saka Tatal Jadi Korban Salah Tangkap
Respons Polisi soal Tudingan Saka Tatal Jadi Korban Salah Tangkap

Keterangan yang disampaikan para pelaku sudah diuji di pengadilan bahkan sampai tingkat kasasi.

Baca Selengkapnya
Saka Tatal Tetap Bersikukuh Tak Kenal Pegi Setiawan, Pengacara Pertimbangkan Ajukan PK
Saka Tatal Tetap Bersikukuh Tak Kenal Pegi Setiawan, Pengacara Pertimbangkan Ajukan PK

Saka sudah pernah diperlihatkan beberapa orang yang disebut sebagai Pegi, termasuk Pegi yang ditangkap belum lama ini.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Merdunya Suara Bintara Polisi Tilawah Bareng Dua Anaknya, Bikin Netizen Kagum dan Salut
Merdunya Suara Bintara Polisi Tilawah Bareng Dua Anaknya, Bikin Netizen Kagum dan Salut

Suaranya terdengar begitu indah dan mampu membius para netizen hingga merasakan kagum.

Baca Selengkapnya
Penjelasan Polisi soal Unggahan Viral Penghuni Indekos di Tangsel Mengaku Diintimidasi Saat Ibadah
Penjelasan Polisi soal Unggahan Viral Penghuni Indekos di Tangsel Mengaku Diintimidasi Saat Ibadah

Disebut-sebut pelaku tindak keras dan intimidasi adalah masyarakat setempat dan juga ketua RT.

Baca Selengkapnya
Polisi Tangkap 3 Tahanan yang Kabur dari Polsek Tanah Abang, Tiga Lagi Masih Buron
Polisi Tangkap 3 Tahanan yang Kabur dari Polsek Tanah Abang, Tiga Lagi Masih Buron

Tiga tahanan yang kabur dari rutan Polsek Tanah Abang pada Senin (19/2) lalu berhasiL ditangkap

Baca Selengkapnya
Tukang Sampah Tewas Dibacok Pemuda yang Lagi Tawuran
Tukang Sampah Tewas Dibacok Pemuda yang Lagi Tawuran

Polisi melakukan penyelidikan guna menangkap para pelaku tawuran yang melarikan diri usai kejadian.

Baca Selengkapnya
Perampokan Toko Jam Tangan Mewah di PIK 2, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Pegawai
Perampokan Toko Jam Tangan Mewah di PIK 2, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Pegawai

Polisi masih mengembangkan kasus perampokan toko jam tangan mewah di kawasan PIK 2, Tangerang. Mereka mendalami keterlibatan pegawai toko.

Baca Selengkapnya
Ibu di Tangsel 2 Kali Videokan Aksi Pelecehan Balita, Polisi Dalami Akun FB Icha Shakila
Ibu di Tangsel 2 Kali Videokan Aksi Pelecehan Balita, Polisi Dalami Akun FB Icha Shakila

Tersangka dengan akun Icha Shakila memang berteman secara maya.

Baca Selengkapnya