Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tanah bergerak ancam pemukiman warga Banjarnegara

Tanah bergerak ancam pemukiman warga Banjarnegara ilustrasi tanah longsor. ©2016 dok.BNPB

Merdeka.com - Tebing setinggi 4 meter dengan panjang 20 meter longsor di desa Prendengan, Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara. Penyebabnya, hujan lebat yang mengguyur wilayah itu, Rabu (4/10).

Longsoran menimpa rumah bagian belakang milik Miskam di RT02/RW02, Desa Prendengan, Banjarmangu. Beruntung, tiga orang penghuni rumah sedang tak beraktivitas di dapur atau kamar mandi rumah.

"Untungnya tidak ada korban jiwa. Saat kejadian penghuni rumah berada di kamar depan," kata Kepala Desa Prendengan Faturrahman, Kamis (5/10).

Tebing itu sebenarnya telah diberi pengaman atau talut dengan bangunan cor. Namun bangunan milik Taryumi (60) telah berusia lebih dari 30 tahun. Usia bangunan yang tua tak mampu menahan pergerakan tanah akibat intensitas hujan yang tinggi.

Akibat bencana itu, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 20 juta. Bencana itu membuat warga yang tinggal di bawah tebing was-was. Ada 3 rumah lain yang terancam tertimpa longsor jika sewaktu-waktu tebing kembali longsor.

Pergerakan tanah di desa Prendengan bukan hanya mengancam pemukiman penduduk. Beberapa titik jalan penghubung desa Prendengan-Sijeruk Banjarmangu juga mulai retak. Musim penghujan lalu, beberapa titik jalan kabupaten itu berulangkali longsor hingga membuat jalan tidak bisa dilalui kendaraan. Kondisi sebagian badan jalan sudah terjal tak beraturan.

Pergerakan tanah sempat berhenti saat musim kemarau datang. Di awal penghujan ini, kata Fatur, jalan aspal itu terancam tak lagi bisa dilalui karena tanah di bawahnya mulai bergerak kembali. "Kalau hujan kendaraan sudah gak berani lewat karena tanah bergerak," katanya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP