Takut rugi, INASGOC larang UMKM jual souvenir Asian Games
Merdeka.com - INASGOC melarang pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) menjual souvenir Asian Games 2018. Alasannya, biar mereka tidak merugi jika tidak laku terjual.
Wakil Direktur Promosi Look of the Game and City Beatification INASGOC, Nirmala Dewi mengungkapkan, penjualan souvenir hanya dilakukan oleh INASGOC di stan-stan yang didirikan selama pelaksanaan di Palembang dan Jakarta. Panitia juga akan mencetak sendirian souvenir itu dengan bekerjasama pihak lain.
"Untuk mencetak dan menjual souvenir Asian Games hanya INASGOC, UMKM kita imbau jangan menjual," ungkap Nirmala Dewi, Selasa (17/4).
Menurut dia, pelarangan itu melihat dari beberapa even internasional yang pernah digelar, seperti SEA Games 2011 lalu. Pelaku usaha kecil dan menengah tak jarang mengeluh karena banyak produknya tidak habis setelah acara berakhir.
"Kita tidak ingin lagi kejadian seperti itu terulang lagi, mereka sendiri yang rugi," ujarnya.
Dikatakannya, para pelaku usaha sebaiknya memaksimalkan produk asli daerah, seperti songket, jumputan, dan kuliner khas Sumsel lainnya. Keunikan produk tersebut diyakini mampu menarik perhatian turis asing dan atlet mancanegara.
"Ada baiknya mengelola produk yang ada menjadi lebih menarik, dikemas sedemikian rupa, kami yakin itu lebih berpotensi laris dijual dibanding menjual souvenir berlogo Asian Games," pungkasnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya