Tak kunjung berangkat, 205 jemaah umrah Abu Tours lapor Polresta Surakarta
Merdeka.com - Ratusan calon jemaah umrah asal Kota Solo dan sekitarnya melaporkan PT Amanah Bersama Umat Abu Tours dan Travel (Abu Tours) ke Polresta Surakarta. Sebanyak 205 calon jemaah sebelumnya telah mendaftar melalui biro umrah tersebut, namun hingga waktunya tiba, mereka belum diberangkatkan.
"Ada sekitar 205 calon jemaah umrah yang melapor ke Polresta Surakarta. Mereka berasal dari beberapa daerah di wilayah eks Karesidenan Surakarta (Solo, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Klaten, Wonogiri dan Sragen)," ujar Kepala Unit (Kanit) IV Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Surakarta, Iptu Sudarmiyanto, Sabtu (3/3).
Sudarmiyanto menerangkan, dari 205 calon jemaah tersebut, 22 orang diantaranya sudah menyerahkan bukti pembayaran berupa kuitansi pelunasan. Para korban ini sebelumnya mendaftarkan diri melalui kantor cabang Abu Tours dan Travel di Jalan Adi Sucipto No 113 B, Karangasem, Laweyan, Solo.
"Secara nasional mereka seharusnya diberangkatkan Januari 2018. Tetapi sampai sekarang belum diberangkatkan," terangnya.
Pihak manajemen hingga saat ini belum memberikan keterangan. Setelah jatuh tempo para jemaah kemudian menagih janji untuk diberangkatkan umrah. Tapi sampai sekarang juga tidak jadi diberangkatkan," bebernya.
Menurutnya, hampir seluruh korban sudah membayar lunas dengan besaran biaya Rp 21 juta. Namun karena manajemen memberikan diskon harga 9 persen, setiap jamaah hanya membayar sekitar Rp 16 juta.
"Warga masih kepincut iming-iming potong harga, sehingga banyak yang tertarik untuk mendaftar," katanya.
Sementara itu berdasarkan pantauan di lapangan, kantor cabang Abu Tours dan Travel di Jalan Adi Sucipto Laweyan, Solo sudah tak beroperasi, sejak 9 Februari 2018 lalu.
Terpisah, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Solo, Rosyid Ali Syafitri mengatakan, pihaknya pernah mendatangi kantor cabang biro umrah Abu Tour di Solo sebelum ditutup. Kedatangannya tersebut terkait banyak laporan calon jemaah umrah yang gagal diberangkatkan.
"Sebulan sebelum tutup kami mendatangi kantor cabang yang ada di Solo. Dari data kami ada sekitar 214 orang yang belum diberangkatkan. Rencananya mereka akan diberangkat dalam lima kloter, yakni 27 Januari 2018, 10, 13, 20 dan 27 Februari 2018. Tapi sampai sekarang belum diberangkatkan juga, "tutupnya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya