Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan pentingnya deteksi dini dan pendampingan intensif bagi calon ibu di wilayahnya. Langkah ini krusial untuk mencegah risiko stunting pada anak sejak masa kehamilan. Pernyataan ini disampaikan dalam diskusi terpumpun di UPTD Puskesmas Tawangrejo pada Senin (03/11).
Menurut Maidi, setiap kelahiran harus dipastikan sehat dan bebas dari stunting. Persiapan yang matang sejak bayi masih dalam kandungan menjadi fondasi utama. Pemerintah Kota Madiun, melalui Dinas Kesehatan, telah gencar melakukan upaya ini.
Fokus utama adalah memastikan calon pengantin siap secara fisik dan mental sebelum menikah. Tujuannya agar mereka mampu melahirkan bayi yang sehat dan terhindar dari stunting. Komitmen ini bertujuan membangun generasi Madiun yang sehat dan unggul di masa depan.
Advertisement
Advertisement
Fokus Deteksi Dini dan Pendampingan Calon Pengantin
Pemerintah Kota Madiun gencar mengimplementasikan strategi komprehensif dalam pencegahan stunting Madiun melalui deteksi dini. Program ini secara khusus menargetkan calon pengantin dengan serangkaian pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Tujuannya adalah mengidentifikasi potensi risiko stunting sejak fase pra-kehamilan.
Wali Kota Maidi menjelaskan bahwa deteksi dini meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas (LILA), dan kadar hemoglobin (Hb). Pemeriksaan ini krusial untuk mengetahui status gizi dan kesehatan calon ibu. Deteksi anemia, misalnya, menjadi fokus penting karena dapat berdampak langsung pada kesehatan janin dan risiko stunting.
"Kelahiran harus sehat, tidak boleh stunting. Karena itu bayi dalam kandungan harus dipersiapkan dengan baik, salah satunya dengan deteksi dini dan pendampingan pada calon ibu," ujar Wali Kota Maidi. Pendampingan ini memastikan calon ibu mendapatkan edukasi dan intervensi yang tepat agar mampu melahirkan bayi yang sehat.
Advertisement
Maidi juga menekankan bahwa jika seorang bayi lahir dengan stunting, hal itu mengindikasikan bahwa upaya pencegahan di tingkat puskesmas belum berhasil optimal. Oleh karena itu, kesiapan fisik dan mental calon pengantin menjadi fondasi utama dalam mewujudkan generasi bebas stunting di Kota Madiun.
Advertisement
Peran Aktif Puskesmas dan Data Stunting Terkini
Selain fokus pada calon pengantin, Wali Kota Maidi juga menyoroti pentingnya pola hidup aktif untuk mendukung tumbuh kembang anak. Ia menilai aktivitas fisik seperti bergelantungan dan berenang mampu membantu anak tumbuh lebih cepat tinggi dan sehat. Ini merupakan bagian integral dari upaya pencegahan stunting Madiun secara holistik.
Maidi secara tegas meminta semua puskesmas di Kota Madiun untuk memiliki target yang jelas dan kesiapan penuh dalam melaksanakan program pencegahan stunting. "Puskesmas harus punya target. Kalau tidak ada target, berarti kemampuannya perlu ditingkatkan," tegasnya. Kesiapan ini mencerminkan komitmen Pemkot Madiun dalam membangun generasi yang sehat, unggul, dan bebas stunting.
Komitmen Pemkot Madiun ini didasari oleh data aktual. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun, per Agustus tahun 2025, tercatat 392 balita masih mengalami stunting. Angka ini menjadi perhatian serius.
Advertisement
Rincian data balita stunting di Kota Madiun per Agustus 2025 berdasarkan kelompok usia adalah sebagai berikut:
- Usia 0-11 bulan: 11 anak
- Usia 12-23 bulan: 73 anak
- Usia 24-35 bulan: 113 anak
- Usia 36-47 bulan: 102 anak
- Usia 48-60 bulan: 93 anak
Data ini menjadi landasan bagi Pemkot Madiun untuk terus mengoptimalkan program pencegahan stunting Madiun di setiap kelompok usia, memastikan intervensi yang tepat sasaran.
Advertisement
Sumber: AntaraNews