Susi akui pernah bantu urus ijazah palsu Mulyadi Jayabaya

Senin, 21 April 2014 21:12 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Susi akui pernah bantu urus ijazah palsu Mulyadi Jayabaya Sidang Susi Tur Andayani. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Berbagai fakta unik terungkap dalam sidang terdakwa perkara dugaan suap proses sengketa pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi dan pencucian uang, Akil Mochtar. Salah satu saksi, Susi Tur Andayani mengaku pernah membantu perkara pemalsuan ijazah mantan Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya.

Menurut Susi, percakapan itu dimulai saat dia hendak menanyakan ihwal sengketa pilkada Lebak, Banten, kepada Akil pada 28 September 2013. Setelah dia mengirim pesan singkat, Akil lantas mengontaknya melalui telepon seluler.

Susi mengatakan, dalam percakapan itu Akil mengatakan masih di daerah buat menjadi narasumber. Dia melanjutkan, Akil bercerita sempat bertemu Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, di Singapura.

"Menurut Pak Akil, Bu Atut minta bantu (pilkada) Tangerang, Serang, sama Lebak. Karena Lebak itu kan kepala daerahnya jawara. Saya juga bilang ke Pak Akil kalau dengan kepala daerah yang sekarang juga pernah bantu soal ijazah palsunya," kata Susi saat bersaksi dalam sidang Akil, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (21/4).

Saat itu, Susi mengatakan sempat bertanya ihwal proses sengketa pilkada Lebak. Menurut dia, Akil minta Rp 3 miliar kalau ingin dibuat pemilihan suara ulang.

Penanganan kasus dugaan ijazah palsu yang digunakan mantan Bupati Lebak H. Mulyadi Jayabaya sampai saat ini memang terkatung-katung. Dia memimpin Kabupaten Lebak selama dua periode. Yakni 2003-2008 dan 2008-2013. Mulyadi merupakan ayah dari Bupati Lebak terpilih, Iti Octavia Jayabaya.

Memang, kasus dugaan pemalsuan ijazah paket C atau persamaan untuk tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas dilakukan oleh Mulyadi memang sudah dihentikan oleh kepolisian dengan menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) pada tanggal 29 Juni 2009 lalu. SP3 itu dikeluarkan pada zaman Polda Banten dipimpin oleh Brigjen Pol Rumiah Kartoredjo. Padahal, saat itu Mulyadi sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tetapi, kabarnya Mulyadi tidak hanya memalsukan ijazah paket C, tapi juga ijazah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Sidang Kasus Akil
  2. Mahkamah Konstitusi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini