Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Survei: Persepsi Publik Atas Penegakan Hukum di RI Terus Merosot

Survei: Persepsi Publik Atas Penegakan Hukum di RI Terus Merosot Survei Pilkada DKI. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Lembaga survei Charta Politika memotret persepsi publik atas penegakan hukum di Indonesia beberapa bulan belakangan. Hasilnya, penegakan hukum dianggap responden terus merosot.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menyebut, berdasarkan hasil survei terjadi trend yang cenderung menurun terhadap kepuasaan persepsi publik soal kondisi penegakan hukum di Indonesia selama Pandemi Covid-19.

Pada Februari misalnya, kepuasan publik berada di angka 59,8 persen. Mei turun jadi 58,9 persen, Juni terus merosot ke angka 57,4 persen. Begitu juga Juli hingga mencapai 55,2 persen.

"Respon atas penegakan hukum trendnya betul-betul hampir bisa dikatakan terus menurun. Dan pada survei bulan Juli berada di 55,2 persen," kata Yunarto dalam pemaparan hasil survei bertema 'Trend 3 Bulan Kondisi Politik, Ekonomi, dan Hukum Pada Masa Pandemi Covid-19', Rabu (22/6).

Trend yang terus menurun ini sebanding lurus dengan persepsi buruk publik atas kondisi hukum di Indonesia.

survei charta politika soal penegakan hukum©2020 Merdeka.com/charta politika

Data menunjukan sejak awal Februari ada di 33 persen dan Mei 31,2 persen. Juni sempat alami kenaikan di angka 32,7 persen hingga bulan Juli ini mencapai 33,9 persen.

"Padahal di luar kasus seperti Djoko Tjhandra misalkan yang pada Juli, namun trend persepsi publik terhadap kondisi hukum memang sudah mengalami penurunan semenjak sebelum itu," terangnya.

Sementara untuk persepsi publik terhadap kondisi politik di Indonesia selama pandemi Covid-19 yakni 59,5 persen.

"Penilaian responden terhadap kondisi politik cenderung stagnan, baik pada masa pra ataupun masa pandemi Covid-19. Sementara penilaian terhadap kondisi hukum cenderung mengalami
penurunan," kata Yunarto pada hasil kesimpulan.

Survei dilaksanakan pada 6–12 Juli 2020 di 34 provinsi di Indonesia melalui wawancara telepon dengan metode random sampling.

Sampel yang digunakan sebanyak 2.000 responden secara acak dari kumpulan sampel survei tatap muka yang dilakukan oleh Charta Politika. Untuk margin of error – MoE) sebesar +2,19% pada tingkat kepercayaan (level of confidence) 95%.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP